Bedugul

Objek wisata Bedugul terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tanah Lot

Objek wisata Tanah Lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, Bali.

Garuda Wisnu Kencana

Objek wisata GWK terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Kintamani

Objek wisata Kintamani terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli, Bali.

Sangeh

Objek wisata Sangeh terletak di Desa Sangeh,Kecamatan Abiansemal,Kabupaten Badung, Bali.

Selasa, 10 September 2013

Nama Orang Bali

Haloooo sahabat roombucket... Jangan pernah bosen yah baca tentang Bali...hehehe

Jika Anda sering mendengar Bali, Anda tentu sering mendengar nama-nama khas Bali mulai Wayan, Made, Nyoman, Ketut, Ida Bagus, dan sebagainya. Seperti nama saya, Kadek karena saya anak kedua dalam keluarga saya. Semua nama itu ternyata ada artinya.


Kita mulai dulu dengan sebutan I dan Ni pada nama-nama orang Bali.
Huruf I di depan nama Wayan misalnya, adalah kata sandang yang bermakna laki-laki.
Sementara kata sandang penanda kelamin perempuan adalah Ni. I dan Ni juga bermakna seorang lelaki dan wanita dari keluarga masyarakat kebanyakan, tidak berkasta atau biasa disebut orang jaba.
Jika ia terlahir di keluarga penempa besi,  maka orang Bali ini bernama Pande. Bila di depan Wayan gelarnya Ida Bagus, ia tentu terlahir di keluarga Brahmana. Ida Bagus berarti yang Tampan atau Terhormat.  Jika saja ia digelari Anak Agung, maka ia lahir di keluarga bangsawan.

Nama Wayan berasal dari kata “wayahan" yang artinya yang paling matang atau pertama.  Titel anak kedua adalah Made yang berakar dari kata "Madia" yang artinya tengah. Anak ketiga dipanggil Nyoman yang secara etimologis berasal dari kata "uman" yang bermakna “sisa” atau “akhir”.  Jadi menurut pandangan hidup orang Bali, sebaiknya sebuah keluarga memiliki tiga anak saja.  Setelah beranak tiga, kita disarankan untuk lebih “bijaksana”. Namun zaman dahulu, obat herbal tradisional kurang efektif untuk mencegah kehamilan, coitus interruptus tidak layak diandalkan, dan aborsi selalu dipandang jahat, sehingga sepasang suami istri mungkin saja memiliki lebih dari tiga anak.

Anak keempat gelarnya Ketut. Ia berasal dari kata kuno "Kitut" yang berarti sebuah pisang kecil di ujung terluar dari sesisir pisang. Ia adalah anak "bonus" yang tersayang. Karena program KB yang dianjurkan pemerintah, semakin sedikit orang Bali yang bernama Ketut. Itu sebabnya ada kekhawatiran dari sementara orang Bali akan punahnya sebutan kesayangan ini.

Menurut situs balirustique.com, orang Bali memiliki sebuah tabu atau pantangan bahwa petani tidak boleh menyebut kata tikus, yang di Bali disebut bikul, jika sedang ada  di sawah. Menyebut tikus di sawah, dipercaya bagai mantra yang bisa memanggil tikus. Untuk itu jika sedang di sawah, orang memanggilnya dengan julukan spesial  ”Jero Ketut”.  Ia bermakna tuan kecil. Ini berangkat dari pandangan bahwa tikus bagimanapun juga adalah bagian dari keseimbangan alam.

Bila keluarga berencana gagal, dan sebuah keluarga memiliki lebih dari empat anak, maka mulai dari anak kelima, orang Bali mengulang siklus titel di atas. Anak kelima bergelar Wayan, keenam Made, dan seterusnya.

Namun jika bicara lebih rinci, ketiga titel hirarki kelahiran orang Bali memiliki sinonim dan 
Wayan: Putu, Kompiang, atau Gede diberikan untuk nama anak pertama.
Made: Kadek atau Nengah diberikan untuk nama anak kedua.
Nyoman: Komang diberikan untuk nama anak ketiga.
Sementara nama Ketut yang istimewa tak bersinonim. Ketut diberikan untuk nama anak keempat.
Apabila memiliki anak lebih daripada empat, nama yang dipakai adalah sesuai urutan nama pertama sampai keempat diatas.

Seperti orang Jawa, orang Bali tidak memiliki nama marga atau nama keluarga (family name). Jadi kalau dilihat dari kaca mata orang barat, orang Bali hanya memiliki first name tanpa family name. Konon ini memudahkan orang untuk menyamar di waktu perang.  Bahkan bila terpaksa, setelah kekalahan militer, seorang bangsawan bisa mengaku sebagai orang kebanyakan. Dan seluruh keturunannya pun terpaksa memakai titel I atau Ni.

Banyak hal yang berubah di Bali sejak  kemerdekaan Indonesia. Bila di zaman dulu orang menamai anaknya sekehendak hati, sering tanpa arti, atau hanya onomatope, di zaman sekarang ini, orang-orang mulai ramai memakai nama yang berasal dari bahasa Sanskerta. Dan seiring berkembangnya zaman, Ada juga nama orang Bali kini yang sudah 'bernuansa' barat seperti misal I Ketut Bobby atau Ni Luh Ayu Cindy. Bahkan adapula keluarga yang menghilangkan nama Bali sama sekali. Kembali lagi pada orang tuanya masing-masing.
  
(berbagai sumber)

Senin, 09 September 2013

Pasar Sukawati Bali

Berbicara tentang Bali, seakan tidak pernah ada habisnya ya... Wisatawan domestik dan mancanegara pun seakan berlomba untuk mengunjungi dan kembali berkunjung ke Bali. Tentu saja bukan hanya untuk mengunjungi objek-objek wisata yang ada, namun juga untuk berburu beraneka ragam kerajinan atau barang-barang khas Bali. Barang-barang khas Bali yang sering dijadikan barang koleksi sendiri ataupun untuk oleh-oleh kepada orang tersayang, teman dan kerabatnya.

Bali sebagai pulau pusat seni, memiliki dan melahirkan begitu banyak orang-orang yang berjiwa seni tinggi menjadi seniman dan menghasilkan banyak hasil karya yang tentunya sangat khas Bali.

Nah, jikalau sahabat roombucket ke Bali, kemana mencari dan membeli barang-barang khas Bali tersebut? Ada satu tempat yang paling terkenal di Bali, akan roombucket ceritakan pada kesempatan ini. Tempat yang biasa dijadikan pilihan wisatawan untuk membeli oleh-oleh dari Bali. Tempat apa itu? Yup, Pasar Sukawati atau Pasar Seni Sukawati. Mungkin Anda sudah tau atau bahkan sering mendengarnya...

 
Pasar Seni Sukawati ini terletak di Daerah Tingkat II Gianyar, yang terkenal dengan keseniannya. Dari kota Denpasar, sahabat roombucket membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit berkendara. Berbagai jenis kerajinan ada di sana, mulai dari kaos khas Bali, patung, lukisan, sprei, bisa didapatkan dengan harga yang murah. Yang pasti, lebih murah dibandingkan tempat lain.


Harga yang ditawarkan biasanya tinggi, tapi masih bisa ditawar lagi. Tergantung dari kesepakatan antara penjual dan pembeli. Nah, di sini dibutuhkan keberanian dan kesabaran untuk tawar menawar harga, agar bisa mendapatkan barang dengan harga yang paling murah.


Apalagi jika Anda bisa bahasa Bali, dan menawar dengan dialog Bali, kita bisa mendapatkan harga yang sangat murah. Barangkali si penjual mengira kita orang Bali asli. Sahabat roombucket harus kursus bahasa Bali terlebih dahulu sebelum kesana...hahaha... Yang pasti, pintar-pintarlah menawar.

Rabu, 04 September 2013

Pro Kontra Miss World di Indonesia


Hallo sahabat roombucket, semoga semuanya dalam keadaan sehat :). Sudah pada tahu pastinya Miss World tahun 2013 ini diadakan di Indonesia, tepatnya di Jakarta dan Bali pada bulan September 2013. Bagaimana pendapat para sahabat roombucket mengenai hal ini? senang? biasa saja? atau menolaknya?, itu sih hak setiap orang mau berpendapat apa asalkan ada alasan yang kuat dan jelas... 


Nah berikut beritanya, seperti yang dikutip dari Liputan6.com:

Pagelaran Miss World di Indonesia menuai pro dan kontra. Sebagian masyarakat mempersilakan ajang itu, sebagian lagi menolak keras. Rencananya, ajang kecantikan sejagat itu digelar di Bali dan Jakarta di akhir September ini.

Forum Umat Islam (FUI) bahkan sampai menggeruduk MNC Tower di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/9/2013). Memang, RCTI yang menjadi media partner ajang tersebut berkantor di situ.

Sebanyak 15 perwakilan FUI langsung bertemu dengan bos MNC Group Harry Tanoesoedibjo. Namun, bukannya mereda, setelah bertemu dengan Harry Tanoe, FUI justru mengancam akan menggelar demo yang lebih besar pada Jumat yang akan datang.

FUI bukan satu-satunya ormas Islam yang menentang ajang Miss World. Sebelumnya, dengan dalih kontes itu penuh kemaksiatan, Hizbut Tahrir (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI) telah bersuara keras menolaknya. Bahkan, Imam Besar FPI Habib Rizieq menyatakan ada 14 pelanggaran jika kontes itu jadi digelar di Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menolak kontes ini. Meski penyelenggara memastikan menghilangkan sesi busana bikini, MUI menyatakan kontes kecantikan itu tidak sesuai dengan Alquran dan Hadis. Selain itu juga dinilai tidak sesuai dengan budaya bangsa, menonjolkan kemewahan, dan sebagainya.

Sikap MUI itu didukung oleh Menteri Agama Suryadharma Alie. Menteri yang juga Ketua Umum PPP itu menyarankan agar Miss World tidak digelar di Indonesia. Meskipun ajang tersebut dinilai mendatangkan keuntungan bagi bangsa.

"Bisa jadi Kementerian Perdagangan menyebut bisa mendatangkan devisa, Kementerian Pariwisata lain lagi. Rujukan kami tetap kepada fatwa MUI," ujar Suryadharma di Jakarta.

Tanpa Bikini

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar menjamin ajang Miss World tidak akan ada sesi pakaian bikini. "Sudah pasti tidak pakai bikini, tidak dengan bikini," kata Linda di Gedung DPR.

Pemprov Bali telah mempersilakan dilangsungkannya ajang pencarian ratu kecantikan sejagat itu. Persiapan juga sudah dilakukan lama. Namun, lanjut Linda, pemerintah pusat masih terus mengkaji penyelenggaraannya.

Menurut Linda, apabila Miss World terlaksana, maka unsur budaya Indonesia akan dimasukkan. "Soal konten sudah dari dulu, sudah disesuaikan dengan kondisi, baju, dan segalanya," tuturnya.

Bahkan, menurut Linda, beragam produk Indonesia pun akan diperkenalkan kepada wanita-wanita cantik yang menjadi perwakilan negara.

Sadar penyelenggaraan Miss World mendapat banyak penolakan, polisi meminta masyarakat Bali tidak terprovokasi. "Sebaiknya kita ikut waspada dan menjaga keamanan dan kenyamanan Bali untuk kita bersama dan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata di Pulau Dewata," kata Kepala Sub-Bagian Humas Polres Badung AKBP I Made Dina di Mangupura.

Polisi juga bersiaga, melakukan pengawasan di beberapa lokasi stratgis jalur masuknya pendatang ke Pulau Dewata itu. Jalur masuk seperti Pelabuhan Gilimanuk dan tempat lainnya mendapat pengawasan khusus. Polres Badung akan melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi adanya ancaman penggagalan kegiatan itu.

"Kami sudah melakukan sidak secara intensif di beberapa jalur strategis seperti halnya di terminal dan rumah-rumah sewaan," ujar Made Dina.