Bedugul

Objek wisata Bedugul terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tanah Lot

Objek wisata Tanah Lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, Bali.

Garuda Wisnu Kencana

Objek wisata GWK terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Kintamani

Objek wisata Kintamani terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli, Bali.

Sangeh

Objek wisata Sangeh terletak di Desa Sangeh,Kecamatan Abiansemal,Kabupaten Badung, Bali.

Kamis, 13 Juni 2013

Pesta Kesenian Bali ke-35 Tahun 2013

Siapa yang tidak kenal Bali, pulau yang dianugrahi keindahan alam yang menakjubkan dan juga keanekaragaman kebudayaan yang dimilikinya menjadikan Bali sangat diminati banyak wisatawan. Sudah pasti, semua yang dimiliki Bali harus dijaga dan dilestarikan. Salah satunya; kebudayaannya, harus diwariskan dan diperkenalkan kepada generasi muda terus menerus, terutama pada masyarakat Bali itu sendiri dan juga masyarakat di seluruh jagat raya ini, sehingga kelestariannya tetap terjaga dan Bali semakin dikenal dan dikunjungi.
Anda pastinya sudah pernah mendengar Pesta Kesenian Bali atau PKB, bukan? Ini adalah salah satu upaya pemerintah provinsi Bali untuk melestarikan seni dan budaya Bali. Apa itu PKB? Sejarah singkatnya, PKB ini adalah sebagai media dan sarana untuk menggali dan melestarikan seni budaya serta meningkatkan kesejahteraan. Penggalian dan pelestarian seni budaya meliputi filosofi, nilai-nilai luhur dan universal, konsep-konsep dasar, warisan budaya baik benda atau bukan benda yang bernilai sejarah tinggi, ilmu pengetahuan dan seni sebagai representasi peradaban serta pengembangan kesenian melalui kreasi, inovasi, adaptasi budaya dengan harapan agar tetap hidup dan ajeg berkelanjutan dalam konteks perubahan waktu dan jaman serta dalam lingkungan yang selalu berubah.

Adapun tujuan dari penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) ini adalah untuk menampung hasil karya cipta, seni dan aspirasi berkesenian baik kesenian hasil rekonstruksi, seni hasil inovasi, atraksi kesenian serta apresiasi seni dan budaya masyarakat Bali khususnya. PKB untuk pertama kali pada tahun 1979 dan Almarhum Bapak Prof. Dr. Ida Bagus Mantra sebagai penggagas awal pergelaran acara ini. Pesta Kesenian Bali yang secara rutin digelar setahun sekali, dimana banyak pihak yang berpartisipasi dan ikut terlibat didalamnya. Tidak hanya pemerintah provinsi namun juga para seniman, dan masyarakat penikmat seni itu sendiri.

Pastinya, banyak diantara anda yang secara rutin mengunjungi PKB tersebut setiap tahunnya. Nah bulan Juni ini, PKB kembali digelar dan hadir untuk anda semuanya.


Pesta Kesenian Bali tahun 2013 ini akan digelar pada tanggal 15 Juni - 13 Juli 2013. Kemudian, apa tema yang diangkat pada pagelaran PKB tahun ini? Tema PKB kali ini yakni " Taksu: Membangkitkan Daya Kreatif dan Jati Diri" yang seperti biasa akan dibuka oleh Bapak Presiden Republik Indonesia dan tahun ini pastinya Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang akan membuka acara besar ini. Namun, kali ini diberitakan Bapak Presiden hanya menghadiri pembukaan di Art Center Denpasar pada malam harinya sekitar pukul 20.00 Wita.

Selain peserta dari Bali, ada juga belasan peserta dari beberapa provinsi yang saat ini sudah berdatangan ke Bali. Mereka akan mengikuti pagelaran ini sejak pembukaan acara dan pawai yang dilaksanakan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon Denpasar. Dalam PKB kali ini akan diikuti beberapa peserta dari luar negeri seperti Amerika Serikat, India, Timor Leste dan beberapa negera lainnya. Ada juga kolaborasi peserta antara seniman Indonesia dan seniman asing.

Adapun rangkaian acara pada Pesta Kesenian Bali yang ke 35 tahun 2013 ini (sumber), adalah:

(click gambar untuk memperbesar)

(click gambar untuk memperbesar)

(click gambar untuk memperbesar)

(click gambar untuk memperbesar)

Selamat berkunjung dan menyaksikan Pesta Kesenian Bali yang ke-35 di Tahun 2013 ini ya para sahabat roombucket. PKB digelar secara sebulan penuh lho. Jadi banyak waktu dan banyak hari untuk anda menyempatkan diri berkunjung menyaksikan berbagai acara yang disuguhkan. Tempatnya sudah tau khan? seperti biasa, pagelaran acara akbar ini selalu bertempat di Taman Budaya Art Centre, Denpasar. Jangan sampai gak datang...

Senin, 22 April 2013

Objek Wisata Bali: Taman Ujung Bali

Memang sungguh menyenangkan tinggal di Pulau Bali, Pulau yang memiliki banyak sekali tempat wisata. Hampir semua tempat wisatanya indah dan tidak pernah sepi dari kunjungan wisata domestik maupun internasional.

Bahkan saya yang lahir dan menetap di Bali pun belum bisa mengunjungi seluruh tempat wisata yang ada di Bali. Banyak banget sih...hehehe

Hari Minggu lalu yang lalu merupakan hari libur yang saya gunakan untuk jalan-jalan dan refreshing... Sudah diputuskan sebelumnya, bahwa hari minggu ini saya dan teman-teman untuk mengunjungi salah satu tempat yang berada di wilayah timur Kabupaten Karangasem, di Desa Tumbu, yang dapat dicapai sekitar dua jam dari kota Denpasar.

Yup, satu tempat yang bernama Taman Ujung atau dikenal juga sebagai Taman Sukasada Ujung merupakan salah satu objek wisata sejarah yang terdapat di pulau Bali tercinta ini.

Setelah 2 jam lebih berkendara yang lumayan melelahkan, seketika terobati manakala saya sudah sampai pada lokasi target walaupun tepat pada pukul 12 siang, panas terik yang mengalirkan keringat tidak masalah buat saya. WOW WOW WOW... lebay ya? hehe... memang saya sangat takjub, maklum ini kali pertama saya mengunjungi Taman Ujung tersebut.


Hanya merogoh kocek 5rb rupiah kamipun dengan bebas memasuki Taman Ujung ini. Sebuah jembatan beton yang panjang menghubungkan area parkir dengan Taman yang indah ini.

Taman yang begitu luas, dengan kolam besar di tengahnya, dan pemandangan lain yang sangat menyejukkan mata, benar-benar membuat terkesima. Karena memang Taman Ujung berlokasi di antara gunung dan pantai.

Sayapun menuju tempat yang paling ujung terlebih dulu, dimana tempat yang paling tinggi di area Taman Ujung, disana saya menyaksikan dan menikmati pemandangan ke bawah dan sekitarnya.


Bangunan yang terdapat di dalamnya adalah gabungan dari arsitektur Bali, Eropa dan Cina. Taman Ujung adalah peninggalan raja Karangasem, sebuah kerajaan Hindu jaman dulu. Taman ini dibangun pada tahun 1919 oleh Raja Karangasem terakhir, I Gusti Bagus Jelantik, yang memerintah di Karangasem antara 1909 dan 1945. Letusan Gunung Agung pada tahun 1963 menghancurkan istana air dan semakin rusak akibat gempa bumi besar tahun 1979. Namun pemerintah telah melakukan pemugaran terhadap tempat ini.

Di tengah-tengah kolam terdapat bangunan yang dihubungkan jembatan dari sisi kiri dan kanan, dimana yang dulunya adalah istana Raja dan keluarganya. keren gak? tentu saja, ditengah kolam gitu...:). Dalam istana tersebut, kita bisa melihat dan menyaksikan lukisan-lukisan didinding yang menampilkan Raja, keluarga, dan kerabatnya...





Bahkan ada yang memilih tempat ini sebagai tempat photo prawedding mereka... :)


Wah, tidak terasa dua jam sudah berada di Taman Ujung yang indah, sampai-sampai urusan perutpun terlupakan. Namun, sayang sekali kami harus memutuskan untuk meninggalkan tempat ini dan mengunjungi tempat lain lagi..:)


Jadi bagi siapapun yang  bernyali jalan jauh, tempat ini cukup menantang untuk dikunjungi. :P

Semoga Bermanfaat dan menambah semangat bagi sahabat roombucket yang belum dapat refreshing ke Taman Ujung Bali.

Wah, perut sudah keroncongan. Akhirnya kamipun menikmati makan siang kami di Pantai indah, Pantai Candidasa (Next Post).

Senin, 08 April 2013

Objek Wisata Bali: Desa Trunyan (Bali Aga)

Salam hangat dari Roombucket....

Perjalanan yang cukup melelahkan namun menyenangkan, kami akhirnya sampai juga di Kintamani menikmati keindahan Danau dan Gunung Batur.

Saat itu saya bersama teman-teman dari Jakarta mengunjungi tempat sejuk tersebut. Namun, gak sengaja saya menceritakan tentang sebuah Desa yang terlihat di seberang danau yaitu Desa Trunyan.


Sekilas, saya menceritakan sebuah pohon besar dan mayat dari orang-orang yang meninggal disana hanya diletakkan di bawah pohon tersebut (tanpa dikubur). Begitu yang saya tau. "Serem banget ya" demikian rata-rata komentar teman-teman saya yang kebetulan adalah wanita semua.

Namun, mereka begitu penasaran dan tertarik untuk mengunjungi, melihat, dan merasakan langsung berada di Desa Trunyan tersebut. Akhirnya, setelah puas menikmati pemandangan di sepanjang jalan menikmati kaki Danau Batur, kamipun mencari informasi dengan bertanya dengan penduduk setempat untuk mencapai desa Trunyan.

Agar bisa menginjakkan kaki di desa Trunyan, kita harus melewati laut dengan menggunakan perahu motor dan dikenakan biaya 400rb per perahu. Perahunya bisa mengangkut 7-8 penumpang saja. Desa Trunyan bisa dicapai dengan waktu 20 menit.


Saya pun memastikan kepada seorang teman, dengan meneleponnya dan saya pun mendapatkan informasi bahwa harganya memang standar dengan yang disebutkan di atas. Dan sebuah informasi baru yang saya dapat dari teman saya katanya sudah ada jalur darat yang bisa dilewati untuk mencapai Desa Trunyan. Benarkah???

Sayapun bertanya kepada penduduk sekitar bahwa memang ada, namun jalan yang akan dilewati masih dalam keadaan rusak berat, itupun butuh waktu sekitar 45 menit.

Hmmm.... Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Desa Trunyan dilain waktu, lagipula jam sudah menunjukkan pukul 5 sore saat itu.

Dari informasi yang dikumpulkan, dengan senang hati roombucket akan berbagi disini mengenai Desa Trunyan dan mayat yang tak dikubur.

Di Desa Trunyan ini terdapat pohon yang bernama Taru Menyan oleh karena itu desanya dinamakan Trunyan, yakni singkatan daripada nama pohon tersebut.

Taru berarti Pohon, Menyan berarti Harum. Taru Menyan hanya tumbuh didaerah ini.

Trunyan merupakan satu dari tiga Suku Bali asli [Bali Aga], yaitu suku yang ada dibali sebelum Jaman Majapahit dan sebelum gelombang pengungsian warga kerajaan Majapahit terakhir yang menolak menjadi Muslim [hijrah ke Bali]. Dua suku Bali asli lainnya adalah Suku Tenganan di Karang Asem [Smarapura] dan Suku Yeh Tipat di Singaraja. Trunyan termasuk di lingkup Kabupaten Bangli.

 Suku Trunyan, punya tiga cara unik menangani mayat, diupacarai yang setara dengan upacara ngaben di tempat lain:

    Untuk yang meninggal adalah Bayi, maka mayatnya dikubur, lokasinya disebut Sema Muda, kira-kira 200 meter-an ke sebelah kanan lagi namun sebelum desa trunyan dari arah sekarang ini.

    Untuk yang meninggal adalah orang yang kecelakaan, dibunuh atau bukan karena mati normal. Maka mereka anggap itu mempunyai kesalahan besar. Lokasi mereka di kubur [Sema bantas] adalah di perbatasan antara desa Trunyan dan Desa abang. Letaknya Jauh dari tempat kami sekarang.

    Untuk yang mati normal, Mayat mereka diberi kain putih dan hanya diletakan dibawah Taru Menyan. Maksudnya mati normal adalah tidak punya salah/kesalahan sesuatu, diluar kreteria di atas.

Mayat itu diletakan di atas tanah dengan lubang yang sangat dangkal [kira-kira 10 - 20 cm]. Tujuannya supaya tidak bergeser-geser [karena bidang tanah ditempat itu tidaklah dapat disebut datar]. Jumlah maksimum mayat yang diperkenankan ada di bawah pohon taru menyan adalah 11 mayat. Alasannya adalah mayat yang ke 12 dan seterusnya, akan berbau.


Hmmm... penasaran. Pengen datang dan melihat langsung, nanti saja saya ceritakan kembali seusai berkunjung dari Desa Trunyan. Hehe. Trunyan, We will come soon!.

Ada yang mau kesana bareng saya? :P


(berbagai sumber)