Bedugul

Objek wisata Bedugul terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tanah Lot

Objek wisata Tanah Lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, Bali.

Garuda Wisnu Kencana

Objek wisata GWK terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Kintamani

Objek wisata Kintamani terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli, Bali.

Sangeh

Objek wisata Sangeh terletak di Desa Sangeh,Kecamatan Abiansemal,Kabupaten Badung, Bali.

Selasa, 10 September 2013

Nama Orang Bali

Haloooo sahabat roombucket... Jangan pernah bosen yah baca tentang Bali...hehehe

Jika Anda sering mendengar Bali, Anda tentu sering mendengar nama-nama khas Bali mulai Wayan, Made, Nyoman, Ketut, Ida Bagus, dan sebagainya. Seperti nama saya, Kadek karena saya anak kedua dalam keluarga saya. Semua nama itu ternyata ada artinya.


Kita mulai dulu dengan sebutan I dan Ni pada nama-nama orang Bali.
Huruf I di depan nama Wayan misalnya, adalah kata sandang yang bermakna laki-laki.
Sementara kata sandang penanda kelamin perempuan adalah Ni. I dan Ni juga bermakna seorang lelaki dan wanita dari keluarga masyarakat kebanyakan, tidak berkasta atau biasa disebut orang jaba.
Jika ia terlahir di keluarga penempa besi,  maka orang Bali ini bernama Pande. Bila di depan Wayan gelarnya Ida Bagus, ia tentu terlahir di keluarga Brahmana. Ida Bagus berarti yang Tampan atau Terhormat.  Jika saja ia digelari Anak Agung, maka ia lahir di keluarga bangsawan.

Nama Wayan berasal dari kata “wayahan" yang artinya yang paling matang atau pertama.  Titel anak kedua adalah Made yang berakar dari kata "Madia" yang artinya tengah. Anak ketiga dipanggil Nyoman yang secara etimologis berasal dari kata "uman" yang bermakna “sisa” atau “akhir”.  Jadi menurut pandangan hidup orang Bali, sebaiknya sebuah keluarga memiliki tiga anak saja.  Setelah beranak tiga, kita disarankan untuk lebih “bijaksana”. Namun zaman dahulu, obat herbal tradisional kurang efektif untuk mencegah kehamilan, coitus interruptus tidak layak diandalkan, dan aborsi selalu dipandang jahat, sehingga sepasang suami istri mungkin saja memiliki lebih dari tiga anak.

Anak keempat gelarnya Ketut. Ia berasal dari kata kuno "Kitut" yang berarti sebuah pisang kecil di ujung terluar dari sesisir pisang. Ia adalah anak "bonus" yang tersayang. Karena program KB yang dianjurkan pemerintah, semakin sedikit orang Bali yang bernama Ketut. Itu sebabnya ada kekhawatiran dari sementara orang Bali akan punahnya sebutan kesayangan ini.

Menurut situs balirustique.com, orang Bali memiliki sebuah tabu atau pantangan bahwa petani tidak boleh menyebut kata tikus, yang di Bali disebut bikul, jika sedang ada  di sawah. Menyebut tikus di sawah, dipercaya bagai mantra yang bisa memanggil tikus. Untuk itu jika sedang di sawah, orang memanggilnya dengan julukan spesial  ”Jero Ketut”.  Ia bermakna tuan kecil. Ini berangkat dari pandangan bahwa tikus bagimanapun juga adalah bagian dari keseimbangan alam.

Bila keluarga berencana gagal, dan sebuah keluarga memiliki lebih dari empat anak, maka mulai dari anak kelima, orang Bali mengulang siklus titel di atas. Anak kelima bergelar Wayan, keenam Made, dan seterusnya.

Namun jika bicara lebih rinci, ketiga titel hirarki kelahiran orang Bali memiliki sinonim dan 
Wayan: Putu, Kompiang, atau Gede diberikan untuk nama anak pertama.
Made: Kadek atau Nengah diberikan untuk nama anak kedua.
Nyoman: Komang diberikan untuk nama anak ketiga.
Sementara nama Ketut yang istimewa tak bersinonim. Ketut diberikan untuk nama anak keempat.
Apabila memiliki anak lebih daripada empat, nama yang dipakai adalah sesuai urutan nama pertama sampai keempat diatas.

Seperti orang Jawa, orang Bali tidak memiliki nama marga atau nama keluarga (family name). Jadi kalau dilihat dari kaca mata orang barat, orang Bali hanya memiliki first name tanpa family name. Konon ini memudahkan orang untuk menyamar di waktu perang.  Bahkan bila terpaksa, setelah kekalahan militer, seorang bangsawan bisa mengaku sebagai orang kebanyakan. Dan seluruh keturunannya pun terpaksa memakai titel I atau Ni.

Banyak hal yang berubah di Bali sejak  kemerdekaan Indonesia. Bila di zaman dulu orang menamai anaknya sekehendak hati, sering tanpa arti, atau hanya onomatope, di zaman sekarang ini, orang-orang mulai ramai memakai nama yang berasal dari bahasa Sanskerta. Dan seiring berkembangnya zaman, Ada juga nama orang Bali kini yang sudah 'bernuansa' barat seperti misal I Ketut Bobby atau Ni Luh Ayu Cindy. Bahkan adapula keluarga yang menghilangkan nama Bali sama sekali. Kembali lagi pada orang tuanya masing-masing.
  
(berbagai sumber)

Senin, 09 September 2013

Pasar Sukawati Bali

Berbicara tentang Bali, seakan tidak pernah ada habisnya ya... Wisatawan domestik dan mancanegara pun seakan berlomba untuk mengunjungi dan kembali berkunjung ke Bali. Tentu saja bukan hanya untuk mengunjungi objek-objek wisata yang ada, namun juga untuk berburu beraneka ragam kerajinan atau barang-barang khas Bali. Barang-barang khas Bali yang sering dijadikan barang koleksi sendiri ataupun untuk oleh-oleh kepada orang tersayang, teman dan kerabatnya.

Bali sebagai pulau pusat seni, memiliki dan melahirkan begitu banyak orang-orang yang berjiwa seni tinggi menjadi seniman dan menghasilkan banyak hasil karya yang tentunya sangat khas Bali.

Nah, jikalau sahabat roombucket ke Bali, kemana mencari dan membeli barang-barang khas Bali tersebut? Ada satu tempat yang paling terkenal di Bali, akan roombucket ceritakan pada kesempatan ini. Tempat yang biasa dijadikan pilihan wisatawan untuk membeli oleh-oleh dari Bali. Tempat apa itu? Yup, Pasar Sukawati atau Pasar Seni Sukawati. Mungkin Anda sudah tau atau bahkan sering mendengarnya...

 
Pasar Seni Sukawati ini terletak di Daerah Tingkat II Gianyar, yang terkenal dengan keseniannya. Dari kota Denpasar, sahabat roombucket membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit berkendara. Berbagai jenis kerajinan ada di sana, mulai dari kaos khas Bali, patung, lukisan, sprei, bisa didapatkan dengan harga yang murah. Yang pasti, lebih murah dibandingkan tempat lain.


Harga yang ditawarkan biasanya tinggi, tapi masih bisa ditawar lagi. Tergantung dari kesepakatan antara penjual dan pembeli. Nah, di sini dibutuhkan keberanian dan kesabaran untuk tawar menawar harga, agar bisa mendapatkan barang dengan harga yang paling murah.


Apalagi jika Anda bisa bahasa Bali, dan menawar dengan dialog Bali, kita bisa mendapatkan harga yang sangat murah. Barangkali si penjual mengira kita orang Bali asli. Sahabat roombucket harus kursus bahasa Bali terlebih dahulu sebelum kesana...hahaha... Yang pasti, pintar-pintarlah menawar.

Rabu, 04 September 2013

Pro Kontra Miss World di Indonesia


Hallo sahabat roombucket, semoga semuanya dalam keadaan sehat :). Sudah pada tahu pastinya Miss World tahun 2013 ini diadakan di Indonesia, tepatnya di Jakarta dan Bali pada bulan September 2013. Bagaimana pendapat para sahabat roombucket mengenai hal ini? senang? biasa saja? atau menolaknya?, itu sih hak setiap orang mau berpendapat apa asalkan ada alasan yang kuat dan jelas... 


Nah berikut beritanya, seperti yang dikutip dari Liputan6.com:

Pagelaran Miss World di Indonesia menuai pro dan kontra. Sebagian masyarakat mempersilakan ajang itu, sebagian lagi menolak keras. Rencananya, ajang kecantikan sejagat itu digelar di Bali dan Jakarta di akhir September ini.

Forum Umat Islam (FUI) bahkan sampai menggeruduk MNC Tower di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/9/2013). Memang, RCTI yang menjadi media partner ajang tersebut berkantor di situ.

Sebanyak 15 perwakilan FUI langsung bertemu dengan bos MNC Group Harry Tanoesoedibjo. Namun, bukannya mereda, setelah bertemu dengan Harry Tanoe, FUI justru mengancam akan menggelar demo yang lebih besar pada Jumat yang akan datang.

FUI bukan satu-satunya ormas Islam yang menentang ajang Miss World. Sebelumnya, dengan dalih kontes itu penuh kemaksiatan, Hizbut Tahrir (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI) telah bersuara keras menolaknya. Bahkan, Imam Besar FPI Habib Rizieq menyatakan ada 14 pelanggaran jika kontes itu jadi digelar di Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menolak kontes ini. Meski penyelenggara memastikan menghilangkan sesi busana bikini, MUI menyatakan kontes kecantikan itu tidak sesuai dengan Alquran dan Hadis. Selain itu juga dinilai tidak sesuai dengan budaya bangsa, menonjolkan kemewahan, dan sebagainya.

Sikap MUI itu didukung oleh Menteri Agama Suryadharma Alie. Menteri yang juga Ketua Umum PPP itu menyarankan agar Miss World tidak digelar di Indonesia. Meskipun ajang tersebut dinilai mendatangkan keuntungan bagi bangsa.

"Bisa jadi Kementerian Perdagangan menyebut bisa mendatangkan devisa, Kementerian Pariwisata lain lagi. Rujukan kami tetap kepada fatwa MUI," ujar Suryadharma di Jakarta.

Tanpa Bikini

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar menjamin ajang Miss World tidak akan ada sesi pakaian bikini. "Sudah pasti tidak pakai bikini, tidak dengan bikini," kata Linda di Gedung DPR.

Pemprov Bali telah mempersilakan dilangsungkannya ajang pencarian ratu kecantikan sejagat itu. Persiapan juga sudah dilakukan lama. Namun, lanjut Linda, pemerintah pusat masih terus mengkaji penyelenggaraannya.

Menurut Linda, apabila Miss World terlaksana, maka unsur budaya Indonesia akan dimasukkan. "Soal konten sudah dari dulu, sudah disesuaikan dengan kondisi, baju, dan segalanya," tuturnya.

Bahkan, menurut Linda, beragam produk Indonesia pun akan diperkenalkan kepada wanita-wanita cantik yang menjadi perwakilan negara.

Sadar penyelenggaraan Miss World mendapat banyak penolakan, polisi meminta masyarakat Bali tidak terprovokasi. "Sebaiknya kita ikut waspada dan menjaga keamanan dan kenyamanan Bali untuk kita bersama dan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata di Pulau Dewata," kata Kepala Sub-Bagian Humas Polres Badung AKBP I Made Dina di Mangupura.

Polisi juga bersiaga, melakukan pengawasan di beberapa lokasi stratgis jalur masuknya pendatang ke Pulau Dewata itu. Jalur masuk seperti Pelabuhan Gilimanuk dan tempat lainnya mendapat pengawasan khusus. Polres Badung akan melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi adanya ancaman penggagalan kegiatan itu.

"Kami sudah melakukan sidak secara intensif di beberapa jalur strategis seperti halnya di terminal dan rumah-rumah sewaan," ujar Made Dina.

Kamis, 08 Agustus 2013

Sejarah Makanan Ketupat di Hari Raya Idul Fitri

Haloooo sahabat roombucket, bagaimana kabar hari ini? Mudah-mudahan sehat dan bahagia berkumpul dengan keluarga. Habis ngabuburit ya semalem? hehehe. Kali ini roombucket pengen cerita nih dimana Idul Fitri atau Lebaran identik dengan Ketupat...sudah banyak yang tau ya? roombucket hanya mengingatkan saja kalo gitu...:P

Makan ketupat di hari raya idul fitri Sudah menjadi tradisi wajib dalam menyambut hari kemenangan umat muslim setelah satu bulan berpuasa. Namun tahukah anda sejarah dibalik adanya makanan ketupat di hari raya idul fitri ini ? Baiklah untuk itu mari kita simak penjelasan tentang Sejarah Makanan Ketupat di Hari Raya Idul Fitri di bawah ini
Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga kepada masyarakat Jawa, beliau membudayakan sebuah tradisi, yaitu setelah Lebaran, masyarakat setempat menganyam ketupat dengan daun kelapa muda lalu disii dengan beras.

Setelah selesai dimasak, ketupat itu diantarkan ke anggota keluarga atau kerabat yang dituakan. Sejak itu, ketupat jadi lambang kebersamaan.

Selain itu, ternyata ketupat punya filosofi tersendiri yaitu anyaman-anyaman pada kulit ketupat itu mencerminkan betapa banyaknya kesalahan manusia.

Setelah dibelah dua, terlihatlah isi ketupat yang berwarna putih, menggambarkan kebersihan dan kesucian hati manusia, setelah menahan nafsu dengan berpuasa dan memohon ampun atas segala kesalahan.

Sementara itu, bentuk ketupat yang sempurna itu melambangkan kemenangan umat Muslim yang akhirnya mencapai hari yang Fitri Nah sekarang sudah tahu khan sejarahnya ketupat.

jadi, ternyata betapa besarnya peran para wali untuk memperkenalkan agama islam dengan tetap menghomati budaya setempat dalam mensiarkan agama baru yaitu Islam,

salah satu contoh yang nyata adalah cerita tentang pandawa lima, beliau mengumpamakan pandawa lima itu sebagai rukun Islam (ada lima) sehingga agama Islam dengan mudah diteima oleh masyarakat pada masa itu.

Kini warisan dari Sunan Kalijaga ini masih tetap dipertahankan bahkan sudah bukan milik Jawa saja tetapi sudah menjadi makanan Asia tenggara, hal ini dapat dilihat di negara Malaysia masih dijumpai ketupat ini, hal ini terjadi akibat banyaknya orang orang Jawa yang bermukim di Malaysia.
Lebaran ketupat merupakan tradisi masyarakat sebagai ungkapan syukur setelah melaksanakan ibadah puasa.

Namun, tujuan dari tradisi makan ketupat bersama keluarga maupun tetangga setelah salat sunah Id diharapkan menjadi momen untuk saling mengakui kesalahan. Selain dari makna mengakui kesalahan makna tersembunyi dari ketupat, bentuk segi empat ternyata wujud dari prinsip “kiblat papat lima pancer” yang berarti empat arah mata angin dan satu pusat.

Prinsip tersebut kalau diotak-atik maknanya berarti empat arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara yang bertumpu di satu pusat.

Bila salah satu arah mata angin itu hilang, maka keseimbangan alam goyah. Terjemahan bebas filosofi tersebut bisa dikaitkan dengan arah jalan hidup manusia.

Ke mana pun arah yang ingin ditempuh manusia hendaknya tidak akan lepas dari pusatnya, yaitu Allah Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, agar tidak goyah maka manusia harus tetap ingat kepada Sang Khalik sebagai pusat dari segalanya.

Ada pula yang mengartikan prinsip “kiblat papat lima pancer” bahwa ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah.

Ketupat juga bukan sekadar makanan yang disajikan untuk menjamu para tamu pada hari raya Idul Fitri maupun merayakan genapnya enam hari berpuasa sunah Syawal.

Sebagian masyarakat Jawa memaknai rumitnya membuat anyaman ketupat dari janur sebagai bungkus beras, mencerminkan kesalahan manusia.

Warna putih ketupat ketika dibelah melambangkan kebersihan setelah bermaaf-maafan. Butiran beras yang dibungkus dalam janur merupakan simbol kebersamaan dan kemakmuran.

Penggunaan janur sebagai kemasan pun memiliki makna tersembunyi.
Janur dalam bahasa Arab yang berasal dari kata “jaa a al-nur” bermakna telah datang cahaya. Sedangkan masyarakat Jawa mengartikan janur dengan “sejatine nur” (cahaya). Dalam arti lebih luas berarti keadaan suci manusia setelah mendapatkan pencerahan cahaya selama bulan Ramadan.

Selain itu, tradisi makan ketupat lebaran yang masih langgeng sampai saat ini adalah penggunaan sayur opor sebagai pasangannya. Sayur opor pun memiliki makna filosofi , jika dilihat dari asal-usul bahan dasarnya yang menggunakan santan kelapa. Bahasa Jawa dari santan ialah “santen” yang memunyai makna “pangapunten” atau memohon maaf.

(sumber)

Hari ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, Selamat Idul Fitri buat sahabat roombucket...Mohon Maaf Lahir dan Batin...


Sampai ketemu lagi ya.....

Kamis, 13 Juni 2013

Pesta Kesenian Bali ke-35 Tahun 2013

Siapa yang tidak kenal Bali, pulau yang dianugrahi keindahan alam yang menakjubkan dan juga keanekaragaman kebudayaan yang dimilikinya menjadikan Bali sangat diminati banyak wisatawan. Sudah pasti, semua yang dimiliki Bali harus dijaga dan dilestarikan. Salah satunya; kebudayaannya, harus diwariskan dan diperkenalkan kepada generasi muda terus menerus, terutama pada masyarakat Bali itu sendiri dan juga masyarakat di seluruh jagat raya ini, sehingga kelestariannya tetap terjaga dan Bali semakin dikenal dan dikunjungi.
Anda pastinya sudah pernah mendengar Pesta Kesenian Bali atau PKB, bukan? Ini adalah salah satu upaya pemerintah provinsi Bali untuk melestarikan seni dan budaya Bali. Apa itu PKB? Sejarah singkatnya, PKB ini adalah sebagai media dan sarana untuk menggali dan melestarikan seni budaya serta meningkatkan kesejahteraan. Penggalian dan pelestarian seni budaya meliputi filosofi, nilai-nilai luhur dan universal, konsep-konsep dasar, warisan budaya baik benda atau bukan benda yang bernilai sejarah tinggi, ilmu pengetahuan dan seni sebagai representasi peradaban serta pengembangan kesenian melalui kreasi, inovasi, adaptasi budaya dengan harapan agar tetap hidup dan ajeg berkelanjutan dalam konteks perubahan waktu dan jaman serta dalam lingkungan yang selalu berubah.

Adapun tujuan dari penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) ini adalah untuk menampung hasil karya cipta, seni dan aspirasi berkesenian baik kesenian hasil rekonstruksi, seni hasil inovasi, atraksi kesenian serta apresiasi seni dan budaya masyarakat Bali khususnya. PKB untuk pertama kali pada tahun 1979 dan Almarhum Bapak Prof. Dr. Ida Bagus Mantra sebagai penggagas awal pergelaran acara ini. Pesta Kesenian Bali yang secara rutin digelar setahun sekali, dimana banyak pihak yang berpartisipasi dan ikut terlibat didalamnya. Tidak hanya pemerintah provinsi namun juga para seniman, dan masyarakat penikmat seni itu sendiri.

Pastinya, banyak diantara anda yang secara rutin mengunjungi PKB tersebut setiap tahunnya. Nah bulan Juni ini, PKB kembali digelar dan hadir untuk anda semuanya.


Pesta Kesenian Bali tahun 2013 ini akan digelar pada tanggal 15 Juni - 13 Juli 2013. Kemudian, apa tema yang diangkat pada pagelaran PKB tahun ini? Tema PKB kali ini yakni " Taksu: Membangkitkan Daya Kreatif dan Jati Diri" yang seperti biasa akan dibuka oleh Bapak Presiden Republik Indonesia dan tahun ini pastinya Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang akan membuka acara besar ini. Namun, kali ini diberitakan Bapak Presiden hanya menghadiri pembukaan di Art Center Denpasar pada malam harinya sekitar pukul 20.00 Wita.

Selain peserta dari Bali, ada juga belasan peserta dari beberapa provinsi yang saat ini sudah berdatangan ke Bali. Mereka akan mengikuti pagelaran ini sejak pembukaan acara dan pawai yang dilaksanakan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon Denpasar. Dalam PKB kali ini akan diikuti beberapa peserta dari luar negeri seperti Amerika Serikat, India, Timor Leste dan beberapa negera lainnya. Ada juga kolaborasi peserta antara seniman Indonesia dan seniman asing.

Adapun rangkaian acara pada Pesta Kesenian Bali yang ke 35 tahun 2013 ini (sumber), adalah:

(click gambar untuk memperbesar)

(click gambar untuk memperbesar)

(click gambar untuk memperbesar)

(click gambar untuk memperbesar)

Selamat berkunjung dan menyaksikan Pesta Kesenian Bali yang ke-35 di Tahun 2013 ini ya para sahabat roombucket. PKB digelar secara sebulan penuh lho. Jadi banyak waktu dan banyak hari untuk anda menyempatkan diri berkunjung menyaksikan berbagai acara yang disuguhkan. Tempatnya sudah tau khan? seperti biasa, pagelaran acara akbar ini selalu bertempat di Taman Budaya Art Centre, Denpasar. Jangan sampai gak datang...

Senin, 22 April 2013

Objek Wisata Bali: Taman Ujung Bali

Memang sungguh menyenangkan tinggal di Pulau Bali, Pulau yang memiliki banyak sekali tempat wisata. Hampir semua tempat wisatanya indah dan tidak pernah sepi dari kunjungan wisata domestik maupun internasional.

Bahkan saya yang lahir dan menetap di Bali pun belum bisa mengunjungi seluruh tempat wisata yang ada di Bali. Banyak banget sih...hehehe

Hari Minggu lalu yang lalu merupakan hari libur yang saya gunakan untuk jalan-jalan dan refreshing... Sudah diputuskan sebelumnya, bahwa hari minggu ini saya dan teman-teman untuk mengunjungi salah satu tempat yang berada di wilayah timur Kabupaten Karangasem, di Desa Tumbu, yang dapat dicapai sekitar dua jam dari kota Denpasar.

Yup, satu tempat yang bernama Taman Ujung atau dikenal juga sebagai Taman Sukasada Ujung merupakan salah satu objek wisata sejarah yang terdapat di pulau Bali tercinta ini.

Setelah 2 jam lebih berkendara yang lumayan melelahkan, seketika terobati manakala saya sudah sampai pada lokasi target walaupun tepat pada pukul 12 siang, panas terik yang mengalirkan keringat tidak masalah buat saya. WOW WOW WOW... lebay ya? hehe... memang saya sangat takjub, maklum ini kali pertama saya mengunjungi Taman Ujung tersebut.


Hanya merogoh kocek 5rb rupiah kamipun dengan bebas memasuki Taman Ujung ini. Sebuah jembatan beton yang panjang menghubungkan area parkir dengan Taman yang indah ini.

Taman yang begitu luas, dengan kolam besar di tengahnya, dan pemandangan lain yang sangat menyejukkan mata, benar-benar membuat terkesima. Karena memang Taman Ujung berlokasi di antara gunung dan pantai.

Sayapun menuju tempat yang paling ujung terlebih dulu, dimana tempat yang paling tinggi di area Taman Ujung, disana saya menyaksikan dan menikmati pemandangan ke bawah dan sekitarnya.


Bangunan yang terdapat di dalamnya adalah gabungan dari arsitektur Bali, Eropa dan Cina. Taman Ujung adalah peninggalan raja Karangasem, sebuah kerajaan Hindu jaman dulu. Taman ini dibangun pada tahun 1919 oleh Raja Karangasem terakhir, I Gusti Bagus Jelantik, yang memerintah di Karangasem antara 1909 dan 1945. Letusan Gunung Agung pada tahun 1963 menghancurkan istana air dan semakin rusak akibat gempa bumi besar tahun 1979. Namun pemerintah telah melakukan pemugaran terhadap tempat ini.

Di tengah-tengah kolam terdapat bangunan yang dihubungkan jembatan dari sisi kiri dan kanan, dimana yang dulunya adalah istana Raja dan keluarganya. keren gak? tentu saja, ditengah kolam gitu...:). Dalam istana tersebut, kita bisa melihat dan menyaksikan lukisan-lukisan didinding yang menampilkan Raja, keluarga, dan kerabatnya...





Bahkan ada yang memilih tempat ini sebagai tempat photo prawedding mereka... :)


Wah, tidak terasa dua jam sudah berada di Taman Ujung yang indah, sampai-sampai urusan perutpun terlupakan. Namun, sayang sekali kami harus memutuskan untuk meninggalkan tempat ini dan mengunjungi tempat lain lagi..:)


Jadi bagi siapapun yang  bernyali jalan jauh, tempat ini cukup menantang untuk dikunjungi. :P

Semoga Bermanfaat dan menambah semangat bagi sahabat roombucket yang belum dapat refreshing ke Taman Ujung Bali.

Wah, perut sudah keroncongan. Akhirnya kamipun menikmati makan siang kami di Pantai indah, Pantai Candidasa (Next Post).

Senin, 08 April 2013

Objek Wisata Bali: Desa Trunyan (Bali Aga)

Salam hangat dari Roombucket....

Perjalanan yang cukup melelahkan namun menyenangkan, kami akhirnya sampai juga di Kintamani menikmati keindahan Danau dan Gunung Batur.

Saat itu saya bersama teman-teman dari Jakarta mengunjungi tempat sejuk tersebut. Namun, gak sengaja saya menceritakan tentang sebuah Desa yang terlihat di seberang danau yaitu Desa Trunyan.


Sekilas, saya menceritakan sebuah pohon besar dan mayat dari orang-orang yang meninggal disana hanya diletakkan di bawah pohon tersebut (tanpa dikubur). Begitu yang saya tau. "Serem banget ya" demikian rata-rata komentar teman-teman saya yang kebetulan adalah wanita semua.

Namun, mereka begitu penasaran dan tertarik untuk mengunjungi, melihat, dan merasakan langsung berada di Desa Trunyan tersebut. Akhirnya, setelah puas menikmati pemandangan di sepanjang jalan menikmati kaki Danau Batur, kamipun mencari informasi dengan bertanya dengan penduduk setempat untuk mencapai desa Trunyan.

Agar bisa menginjakkan kaki di desa Trunyan, kita harus melewati laut dengan menggunakan perahu motor dan dikenakan biaya 400rb per perahu. Perahunya bisa mengangkut 7-8 penumpang saja. Desa Trunyan bisa dicapai dengan waktu 20 menit.


Saya pun memastikan kepada seorang teman, dengan meneleponnya dan saya pun mendapatkan informasi bahwa harganya memang standar dengan yang disebutkan di atas. Dan sebuah informasi baru yang saya dapat dari teman saya katanya sudah ada jalur darat yang bisa dilewati untuk mencapai Desa Trunyan. Benarkah???

Sayapun bertanya kepada penduduk sekitar bahwa memang ada, namun jalan yang akan dilewati masih dalam keadaan rusak berat, itupun butuh waktu sekitar 45 menit.

Hmmm.... Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Desa Trunyan dilain waktu, lagipula jam sudah menunjukkan pukul 5 sore saat itu.

Dari informasi yang dikumpulkan, dengan senang hati roombucket akan berbagi disini mengenai Desa Trunyan dan mayat yang tak dikubur.

Di Desa Trunyan ini terdapat pohon yang bernama Taru Menyan oleh karena itu desanya dinamakan Trunyan, yakni singkatan daripada nama pohon tersebut.

Taru berarti Pohon, Menyan berarti Harum. Taru Menyan hanya tumbuh didaerah ini.

Trunyan merupakan satu dari tiga Suku Bali asli [Bali Aga], yaitu suku yang ada dibali sebelum Jaman Majapahit dan sebelum gelombang pengungsian warga kerajaan Majapahit terakhir yang menolak menjadi Muslim [hijrah ke Bali]. Dua suku Bali asli lainnya adalah Suku Tenganan di Karang Asem [Smarapura] dan Suku Yeh Tipat di Singaraja. Trunyan termasuk di lingkup Kabupaten Bangli.

 Suku Trunyan, punya tiga cara unik menangani mayat, diupacarai yang setara dengan upacara ngaben di tempat lain:

    Untuk yang meninggal adalah Bayi, maka mayatnya dikubur, lokasinya disebut Sema Muda, kira-kira 200 meter-an ke sebelah kanan lagi namun sebelum desa trunyan dari arah sekarang ini.

    Untuk yang meninggal adalah orang yang kecelakaan, dibunuh atau bukan karena mati normal. Maka mereka anggap itu mempunyai kesalahan besar. Lokasi mereka di kubur [Sema bantas] adalah di perbatasan antara desa Trunyan dan Desa abang. Letaknya Jauh dari tempat kami sekarang.

    Untuk yang mati normal, Mayat mereka diberi kain putih dan hanya diletakan dibawah Taru Menyan. Maksudnya mati normal adalah tidak punya salah/kesalahan sesuatu, diluar kreteria di atas.

Mayat itu diletakan di atas tanah dengan lubang yang sangat dangkal [kira-kira 10 - 20 cm]. Tujuannya supaya tidak bergeser-geser [karena bidang tanah ditempat itu tidaklah dapat disebut datar]. Jumlah maksimum mayat yang diperkenankan ada di bawah pohon taru menyan adalah 11 mayat. Alasannya adalah mayat yang ke 12 dan seterusnya, akan berbau.


Hmmm... penasaran. Pengen datang dan melihat langsung, nanti saja saya ceritakan kembali seusai berkunjung dari Desa Trunyan. Hehe. Trunyan, We will come soon!.

Ada yang mau kesana bareng saya? :P


(berbagai sumber)

Senin, 01 April 2013

Objek Wisata Bali: Pantai Pandawa Uluwatu

Roombucket lagi-lagi berbagi cerita nih tentang pantai yang ada di Bali, gak ada habis-habisnya memang kalo ngomongin objek wisata Bali apalagi pantainya, di Bali memang sarangnya ya... hehe


Bukan Bali namanya kalau tidak bisa “membuat” tempat baru untuk menarik kunjungan wisatawan.

Setelah mendengar terdapat pantai baru di kawasan Uluwatu, Bali, saya tidak sabar untuk mengunjunginya. Akhirnya kesampaian juga, sampai saat ini sudah dua kali saya berkunjung kesana. 



Takjub, kawasan wisata pantai yang sangat menakjubkan. Pantai yang berada di wilayah Desa Kutuh Kabupaten Badung, tepat di sisi selatan pusat pemerintahan Desa Kutuh.

Pantai PANDAWA namanya. Kenapa dinamakan Pantai Pandawa? karena pada sisi tebing yang terjal terdapat patung dari Panca Pandawa yakni lima tokoh pewayangan tersebut serta akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang tidak saja gemar berwisata di pantai akan tetapi bisa mengabadikan tokoh pewayangan ini (saat ini, patung-patung tersebut dalam proses pengerjaan).


Yang unik di pantai Pandawa ini, pemandangan di kawasan wisata Pantai Pandawa sangat mempesona.  Sejak memasuki kawasan wisata ini, mata kita akan dibuat terpana dan terbelalak oleh indahnya pemandangan tebing yang terjal dan tinggi di kanan-kiri jalan.

Kita kembali akan dibuat kagum saat memasuki area pantai Pandawa. Panorama begitu indah nan menawan dimana pasirnya putih bersih dengan air laut yang hijau kebiruan. Suasana pantainya sepi dan tenang. Pantai ini sangat cocok untuk mandi atau berenang karena lautnya yang tenang.





Dulunya pantai ini sering disebut dgn Secret Beach karena letaknya yang tersembunyi di kawasan balik bukit kapur, namun semenjak dibuka secara resmi oleh pemerintah setempat pada akhir Desember 2012 lalu dgn diadakan Festival, kini Pantai Pandawa mulai ramai dikunjungi wisatawan karena panorama alamnya yang eksotis. Bukan hanya wisatawan lokal, namun wisatawan mancanegara pula sudah banyak mengunjungi tempat ini.

Sebelum dikenal luas sebagai destinasi wisata, dulunya pantai ini hanya dijadikan sebagai tempat budidaya rumput laut oleh masyarakat sekitar sampai sekarang.

Letak pantai indah ini kira-kira 70 menit dari kota Denpasar, namun kepenatan akan terlepas sendirinya ketika anda menginjakkan kaki di kawasan Pantai Pandawa ini.

Jika anda berlibur ke Bali dan bosan dengan pantai Kuta, Sanur atau yang lainnya. Kini saatnya anda menikmati pemandangan yang berbeda, dengan berkunjung ke Pantai Pandawa.

Selamat berkunjung......

Sabtu, 23 Maret 2013

Hari Paskah: Telur Paskah dan Kelinci

Salam hangat dari roombucket...


Setiap hari Paskah datang, saya jadi teringat dengan masa kecil saya. Hari Paskah adalah hari yang menyenangkan, merayakan bersama keluarga dan saudara-saudara gereja. Di Hari Paskah, pastinya setiap Gereja akan merayakannya di suatu tempat.

Yang saya ingat, Paskah adalah telur. Satu waktu Hari Paskah dirayakan di Kebun Raya Bedugul, waktu yang lain mengambil tempat di salah satu pantai yang ada di Singaraja.

Pastinya bukan hanya mengucap syukur seperti kebaktian biasa di hari minggu, tetapi juga lomba mencari telur yang sudah disembunyikan sebelumnya. Telurnya juga sudah diwarnai ato dihias sedemikian rupa. Seru deh, itu yang paling saya suka..hahaha. Maklum masih kecil.



Cerita Paskah para sahabat roombucket pasti lebih seru kayaknya...

Paskah

Paskah adalah hari perayaan untuk memperingati kebangkitan Yesus dari kematian. Hari Paskah dirayakan hari minggu, yakni hari ketiga setelah hari kematian Yesus (jumat).

Simbol Paskah yang kita kenal ada 2, yakni Telur dan Kelinci.


Telur Paskah


Terus apa hubungannya Paskah sama telur?

Telur Paskah itu sendiri berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa dimana telur merupakan simbol musim semi. Di masa silam, di Persia, orang biasa saling menghadiahkan telur pada saat perayaan musim semi, yang bagi mereka juga menandakan dimulainya tahun yang baru.


Berikut juga beberapa alasan mengapa Paskah identik dengan telur:

1. Bagi umat Kristen, telur adalah simbol kebangkitan Yesus. Telur memang tidak hidup, tapi memiliki kehidupan yang akan menetas.

2. Selama puasa pra-Paskah, umat Kristen dilarang memakan telur. Di Amerika, mereka kerap merayakan Hari Pancake sebelum puasa pra-Paskah dimulai. Hari Pancake bertujuan menutup kebiasaan makan telur dalam keseharian mereka. Dan ketika Paskah tiba, telur kembali masuk dalam menu makanan.

3. Tidak jarang telur Paskah dicelupkan ke pelbagai warna. Tapi, secara tradisional, warna yang digunakan adalah merah sebagai perlambang darah Yesus yang tumpah karena dipaku di salib.

4. Cangkang telur yang keras melambangkan penyegelan makam Yesus. Setelah retak, umat Kristen melambangkannya sebagai kebangkitan Yesus dari kematian.

5. Paskah adalah kekalahan kematian dan dosa melalui kebangkitan Yesus. Karena itu, umat Kristen memperingati Paskah sebagai penanda dimulainya kehidupan baru mereka dengan menata telur warna-warni sebagai dekorasi rumah.

Hingga kini, Paskah memang identik dengan telur. Tidak hanya di dunia Barat, tapi juga di Indonesia. Dan Paskah memang tidak lengkap tanpa telur.

Kelinci Paskah
Bagaimana dengan kelinci?

Kelinci Paskah berasal dari tradisi kesuburan masyarakat sebelum masa Kristiani. Kelinci merupakan binatang yang paling subur menurut para leluhur, karenanya kelinci dipergunakan sebagai simbol kehidupan baru yang melimpah di masa musim semi. Kelinci Paskah tidak pernah mempunyai makna religius dalam perayaan Paskah, meskipun dagingnya yang putih, kadang-kadang, dikatakan melambangkan kemurnian dan tanpa cela. Gereja tidak pernah memberikan pemberkatan istimewa bagi kelinci.

Namun demikian, kelinci mendapat peran yang menyenangkan dalam perayaan Paskah sebagai tokoh legenda penghasil telur-telur Paskah bagi anak-anak di berbagai negara. Di berbagai daerah di Jerman, dipercaya bahwa kelinci Paskah meletakkan telur-telur merah pada hari Kamis Putih dan telur-telur berbagai macam warna pada malam sebelum Minggu Paskah. Kelinci-kelinci Paskah dalam bentuk kue-kue dan gula-gula mulai populer di Jerman selatan, dan sekarang kue dan gula-gula tersebut amat disukai anak-anak di berbagai macam negara.


---
Makna Paskah selalu aktual. Dalam konteks sekarang, makna Paskah bisa berarti kerelaan untuk berkorban, semisal membantu orang lain yang sedang dalam kesusahan. Atau kerelaan berkorban, untuk tidak melakukan korupsi, di tengah gaya hidup konsumtif seperti sekarang ini. Yesus Kristus bersedia berkorban untuk menebus dosa bagi siapa pun, bukan hanya bagi orang yang baik saja, tapi termasuk bagi mereka yang berperilaku kurang terpuji. Manusia biasa mungkin hanya bersedia melakukan pengorbanan bagi orang yang dianggap baik, kalau berkorban untuk orang jahat, adakah yang bersedia?

Waktunya istirahat dulu nih, cuma segitu saja yang roombucket bisa tulis... semoga bermanfaat :).

Selamat Paskah untuk semua sahabat roombucket dan seluruh umat Kristiani yang merayakannya...

Tuhan Memberkati!

(berbagai sumber)

Selasa, 19 Maret 2013

Hari Raya Agama Hindu: Galungan dan Kuningan

Apabila beberapa waktu yang lalu roombucket menulis tentang hari raya Nyepi, salah satu hari raya agama Hindu yang baru seminggu yang lalu dirayakan dan dilewati seluruh umat di Bali, kini roombucket menulis sedikit tentang hari raya lain yang akan dirayakan umat Hindu pada bulan Maret 2013 ini juga yakni Hari Raya Galungan dan Kuningan, tepatnya akan dirayakan tanggal 27 Maret 2013. Hari Raya Galungan dan Kuningan dirayakan umat Hindu di Bali enam bulan sekali atau dua kali dalam setahun.

Memang agak sulit untuk memastikan bagaimana asal-usul Hari Raya Galungan ini. Kapan sebenarnya Galungan dirayakan pertamakali di Indonesia, terutama di Jawa dan di daerah lain khususnya di Bali. Drs. I Gusti Agung Gede Putra (mantan Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Departemen Agama RI) memperkirakan, Galungan telah lama dirayakan umat Hindu di Indonesia sebelum hari raya itu populer dirayakan di Pulau Bali. Dugaan ini didasarkan pada lontar berbahasa Jawa Kuna yang bernama Kidung Panji Amalat Rasmi. Tetapi, kapan tepatnya Galungan itu dirayakan di luar Bali dan apakah namanya juga sama Galungan, masih belum terjawab dengan pasti.

Kata "Galungan" berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan dungulan, yang juga berarti menang. Jadi, Hari raya Galungan merupakan hari raya kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan).

Pada hari raya Galungan, ada tradisi untuk membuat Penjor yang merupakan simbol dari Gunung sekaligus simbol keberadaan para Dewa. Penjor biasanya dibuat sebelum hari raya Galungan dan dipasang pada hari menjelang Hari raya Galungan, umat Hindu di Bali memasang penjor di depan rumah masing-masing.


Nah, adapun makna dan rangkaian lengkap daripada Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan tersebut adalah sebagai berikut (sumber):

1. Hari Sabtu Kliwon Wariga yang disebut dengan Tumpek Pengarah atau Pengatag, tepatnya 25 hari sebelum Hari Raya Galungan dan persembahan ditujukan kepada dewa Sankara (nama lain Dewa Siva)sebagai penguasa tumbuh-tumbuhan dengan mempersembahkan sesajen pada pohon-pohon kayu yang menghasilkan buah, daun, dan bunga yang akan digunakan pada Hari Raya Galungan.

2. Sugihan Jawa atau Sugihan Jaba ; yaitu Sebuah kegiatan rohani dalam rangka menyucikan bhuana agung (makrokosmos) yang jatuh pada hari Kamis Wage Sungsang. Kata Sugihan berasal dari urat kata Sugi yang artinya membersihkan dan Jaba artinya luar, jadi Hari Sugihan Jawa tersebut bukanlah hari Sugihan bagi para pengungsi leluhur-leluhur dari jawa pasca bubarnya Majapahit. Maksud sebenarnya adalah pembersihan Bhuana Agung - sekala-niskala.

Dalam lontar Sundarigama dijelaskan: bahwa Sugihan Jawa merupakan "Pasucian dewa kalinggania pamrastista bhatara kabeh" (pesucian dewa, karena itu hari penyucian semua bhatara). Pelaksanaan upacara ini dengan membersihkan alam lingkungan, baik pura, tempat tinggal, dan peralatan upacara di masing-masing tempat suci. Dan yang terpenting adalah membersihkan badan phisik dari debu kotoran dunia Maya, agar layak dihuni oleh Sang Jiwa Suci sebagai Brahma Pura.

3. Sugihan Bali; Jatuh pada hari Jumat Kliwon wuku Sungsang (sehari setelah Sugihan Jawa). Bali dalam bahasa Sansekerta berarti kekuatan yang ada dalam diri. Jadi Sugihan Bali memiliki makna yaitu menyucikan diri sendiri, sesuai dengan lontar Sundarigama: "Kalinggania amrestista raga tawulan" (oleh karenanya menyucikan badan jasmani-rohani masing-masing /mikrocosmos) yaitu dengan memohon tirta pembersihan /penglukatan. Manusia tidak saja terdiri dari badan phisik tetapi juga badan rohani (Suksma Sarira dan Antahkarana Sarira). Persiapan phisik dan rohani adalah modal awal yang harus diperkuat sehingga sistem kekebalan tubuh ini menjadi maksimal untuk menghadapi musuh yang akan menggoda pertapaan kita.

4. Panyekeban – puasa I ; Jatuh pada hari Minggu Pahing Dungulan.Panyekeban artinya mengendalikan semua indrya dari pengaruh negatif, karena hari ini Sangkala Tiga Wisesa turun ke dunia untuk mengganggu dan menggoda kekokohan manusia dalam melaksanakan Hari Galungan. Dalam Lontar Sunarigama disebutkan : "Anyekung Jnana" artinya mendiamkan pikiran agar tidak dimasuki oleh Bhuta Galungan dan juga disebutkan "Nirmalakena" (orang yang pikirannya yang selalu suci) tidak akan dimasuki oleh Bhuta Galungan.

Melihat pesan Panyekeban ini mewajibkan umat Hindu untuk mulai melaksanakan Brata atau Upavasa sehingga pemenuhan akan kebutuhan semua Indriya tidak jatuh kedalam kubangan dosa; pikirkan yang baik dan benar, berbicara kebenaran, berprilaku bijak dan bajik, mendengar kebenaran, menikmati makanan yang sattvika, dan yang lain, agar tetap memiliki kekuatan untuk menghalau godaan Sang Mara. Jadi tidak hanya nyekeb pisang (biu) atau tape untuk bebantenan saja.

5. Penyajaan – puasa II ; jatuh pada hari Senin Pon Dungulan. Pada hari ini umat mengadakan Tapa Brata Yoga Samadhi dengan pemujaan kepada Ista Dewata. Penyajaan dalam lontar Sundarigama disebutkan : "Pangastawaning Sang Ngamong Yoga Samadhi" upacara ini dilaksanakan pada hari Senin Pon Dungulan. Dengan Wiweka dan Winaya, manusia Hindu diajak untuk dapat memilah kemudian memilih yang mana benar dan salah. Bukan semata-mata membuat kue untuk upacara.

6. Penampahan – puasa III ; jatuh pada hari Selasa Wage Dungulan tepat sehari sebelum hari Raya Galungan. Penampahan berasal dari kata tampah atau sembelih artinya ; bahwa pada hari ini manusia melakukan pertempuran melawan Adharma, atau hari untuk mengalahkan Bhuta Galungan dengan upacara pokok yakni Mabyakala yaitu memangkas dan mengeliminir sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri, bukan semata-mata membunuh hewan korban, karena musuh sebenarnya ada di dalam diri (Sad Ripu, Sad Atatayi, Sapta Timira, dll), dan bukan di luar diri kita termasuk sifat- sifat hewani tersebut.

Ini sesuai dengan lontar Sundarigama yaitu ; "Pamyakala kala malaradan". Inilah puncak dari Brata dan Upavasa umat Hindu, bertempur melawan semua bentuk Ahamkara - kegelapan yang bercokol dalam diri.

Hari Penampahan Galungan inilah yang pada dewasa ini paling kehilangan makna spiritualnya yang paling penting. Konsentrasi kebanyakan keluarga membuat makanan yang enak-enak. Padahal ada upakara penting di Madya Mandala untuk Memohon Tirta dari Luhuring Akasa dalam rangka me-nyomia Buta Kala di Bhana Agung dan Alit yang sering terlewatkan. Selama ini justru sebagain besar dari kita malah berpesta pora makan, lupa terhadap jati diri, menikmati makanan, mabuk. Sehingga bukan Nyomya Bhuta Kala- Nyupat Angga Sarira, malah kita akhirnya menjelma jadi Bhuta itu sendiri.

7. Galungan – lebar puasa ; Jatuh pada hari Rabu Kliwon wuku Dungulan, Hari ini merupakan hari kemenangan dharma terhadap adharma setelah berhasil mengatasi semua godaan selama perjalan hidup ini, dan merupakan titik balik agar manusia senantiasa mengendalikan diri dan berkarma sesuai dengan dharma dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan dalam usaha mencapai anandam atau jagadhita dan moksa serta shanti dalam hidup sebagai mahluk yang berwiweka.

8. Manis Galungan; Setelah merayakan kemenangan , manusia merasakan nikmatnya (manisnya) kemenangan dengan mengunjungi sanak saudara mesima krama dengan penuh keceriaan, berbagi suka cita, mengabarkan ajaran kebenaran betapa nikmatnya bisa meneguk kemenangan. Jadi pada hari ini umat Hindu wajib mewartakan-menyampaikan pesan dharma kepada semua manusia inilah misi umat Hindu Dharma. Cara menyampaikan ajaran kebenaran adalah dengan Satyam Vada yaitu mengatakan dengan kesungguhan dan kejujuran.

9. Pemaridan Guru; Jatuh pada hari Sabtu Pon Dungulan, maknanya pada hari ini dilambangkan dengan kembalinya Dewata-dewati, pitara-pitari, para leluhur ke tempat payogannya masing-masing dan meninggalkan anugrah berupa kadirgayusan yaitu ; hidup sehat umur panjang, dan hari ini umat menikmati waranugraha dari dewata. Di beberapa daerah dibali biasanya dilakukan dengan sarana banten "tegen-tegenan" yang berisi hasil bumi berupa padi, buah-buahan dan aneka rupa jajanan yang tujuannya diperuntukkan untuk memberikan bekal kepada para leluhur yang akan mantuk kembali ke sunya loka.

10. Pemacekan Agung; Jatuh pada hari Senen Kliwon wuku Kuningan. Tepat pada hari ini merupakan hari pertengahan dari rangkaian panjang hari raya Galungan. Hari ini tepat 30 hari dari sejak hari Tumpek Pengarah, dan 30 hari menjelang hari Pegat Uwakan (Buda Kliwon Pahang). Pada hari ini umat menancapkan dan meneguhkan tekadnya kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam menghadapi dan mengarungi kehidupan selanjutnya dengan senantiasa berjalan dalam koridor dharma. Pada hari ini dibeberapa wilayah dibali dilakukan persembahyangan dengan sarana raka ajengan tipat pesor sebagai rasa syukur dan sujud bakti kehadapanNya.

11. Sepuluh hari setelah Galungan disebut Kuningan. Pada Hari ini diyakini bahwa para dewata dan roh-roh leluhur akan turun ke marcapada/mayapada untuk menerima sembah bakti umat dan prati sentananya dengan segala cinta kasihnya, dan pada siang harinya para dewata dan roh suci leluhur kembali menuju kahyangan stana-nya masing-masing yang diyakini tempatnya di svargaloka (alam sorga). Kuningan merupakan hari kasih sayang, yang disimbulkan melalui berbagai pratika upakara seperti: tamiang, koleman, sulangi, tebo, dan endongan.

Rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan berkahir pada Hari rabu Kliwon wuku Pahang yang sering disebut hari raya Pegat Uwakan. Pada hari ini umat melakukan persembahyangan mengahturkan suksmaning manah lan idep kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas karunia dan wara nugrahanya bisa melaksanakan rangkaian perayaan hari Raya Galungan dengan sempurna.

Demikian makna Hari Raya Galungan sebagai hari pendakian spritual dalam mencapai kemenangan /wijaya dalam hidup dan kehidupan ini, ditinjau dari sudut pelaksanaan upacara dan makna filosofisnya.

Bagi sahabat Hindu roombucket yang merayakan: Rahajeng nyanggra Rahina Galungan lan Kuningan, Semoga kemenangan Dharma atas Adharma memberi inspirasi bagi kita semua untuk selalu hidup lebih baik, meningkatkan keimanan kepada Tuhan, menjaga lingkungan, dan berinteraksi dengan lebih manusiawi, saling menghargai dan saling menghormati antar sesama manusia.

(berbagai sumber)

Sabtu, 09 Maret 2013

Selamat Hari Raya Nyepi: Happy Silence Day



Segenap Staf
PT. Yoss Bali Holiday Tour & Travel & Roombucket.com

Mengucapkan:

Tahun Baru Saka 1935
12 Maret 2013