Bedugul

Objek wisata Bedugul terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tanah Lot

Objek wisata Tanah Lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, Bali.

Garuda Wisnu Kencana

Objek wisata GWK terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Kintamani

Objek wisata Kintamani terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli, Bali.

Sangeh

Objek wisata Sangeh terletak di Desa Sangeh,Kecamatan Abiansemal,Kabupaten Badung, Bali.

Sabtu, 09 Maret 2013

Selamat Hari Raya Nyepi: Happy Silence Day



Segenap Staf
PT. Yoss Bali Holiday Tour & Travel & Roombucket.com

Mengucapkan:

Tahun Baru Saka 1935
12 Maret 2013


 

Senin, 04 Maret 2013

HARI RAYA NYEPI (Silent Day) di Bali: 12 Maret 2013

Tidak terasa, tahun telah berganti malahan kita sudah berada di bulan ketiga tahun 2013 ini. Kali ini roombucket pengen berbagi cerita tentang salah satu hari raya terbesar agama Hindu di Bali yang akan segera datang, di bulan Maret 2013. Yup, NYEPI!


'Hari Raya Nyepi' adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.

Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.

Kegiatan dalam menyambut Hari Raya Nyepi ini ada 4 macam yaitu:

1. Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis.

Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau, karena laut atau danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor) di dalam diri manusia dan alam.


2. Sehari sebelum hari raya Nyepi, tepat pada bulan mati (tilem) melaksanakan upacara Bhuta Yadnya (mecaru). Buta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Sehari sebelum Nyepi juga merupakan hari dimana ogoh-ogoh akan diarak keliling kota atau desa. Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Raksasa.



3. Hari raya Nyepi yaitu awal tahun baru Saka yang jatuh pada tanggal 1 sasih Kedasa dilaksanakan upacara Yoga Samadhi.

Ada empat berata pantangan yang wajib diikuti pada saat hari raya Nyepi, disebut Catur Berata Penyepian, yaitu:

- Amati Geni yaitu berpantang menyalakan api

- Amati Karya yaitu menghentikan aktivitas kerja

- Amati Lelanguan yaitu berpantang menghibur diri / menghentikan kesenangan

- Amati Lelungaan yaitu berpantang bepergian

Jadi pada saat Nyepi, orang-orang hanya boleh berada di dalam rumah atau halaman rumah mereka. Saat itu, hanya ada polisi adat (pecalang) yang berpatroli mengamankan tempat/adat masing-masing.



4. Ngembak Geni yaitu hari setelah Nyepi. Umat Hindu melakukan Dharma Shanti dengan keluarga besar dan tetangga, mengucap syukur dan saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain, untuk memulai lembaran tahun baru yang bersih.

Inti Dharma Santi adalah filsafat Tattwamasi yang memandang bahwa semua manusia di seluruh penjuru bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa hendaknya saling menyayangi satu dengan yang lain, memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan. Hidup di dalam kerukunan dan damai.

Nah, kawan roombucket sekalian, Nyepi tahun ini jatuh pada tanggal 12 Maret 2013, dapat disimpulkan bahwa tanggal 12 Maret 2013 di Bali tidak ada aktivitas sama sekali selama 24 jam penuh sejak 06.00 pagi sampai 06.00 pagi keesokan harinya, 14 Maret 2013, setelah itu aktifitas pun kembali normal.

Bagi anda yang tinggal di luar Bali, mau merasakan Nyepi di Bali? Datang saja ke Bali, anda bisa menginap di Hotel atau di tempat saudara/keluarga anda. Tapi inget datangnya jangan tanggal 12 Maret 2013, karena bandara Ngurah Rai pun akan ditutup selama 24 jam.

Datanglah sebelum tanggal 12 Maret 2013... Anda bisa menonton pawai ogoh-ogoh sehari sebelum Nyepi, dan menikmati hari raya Nyepi yang khusuk di Bali, keesokan harinya.

Selamat menyambut Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1935 pada 12 Maret 2013!

(berbagai sumber)

Selasa, 26 Februari 2013

Bali Tempo Dulu: Wanita Bali


Ngomongin Bali, mungkin gak banyak yang tau bagaimana rupa dan kehidupan masyarakat Bali kuno atau Bali tempo dulu.

Yup, kali ini roombucket mencoba melirik ke belakang tentang bagaimana sejarah Bali tempo dulu. Yang menarik adalah para wanita Bali. Kenapa wanita Bali? Karena tempo dulu, wanita Bali dalam kesehariannya adalah bertelanjang dada.

Apa yang ada dalam benak anda? Mohon jangan dikonotasikan negatif yah.. Mohon maaf, tidak ada sama sekali bermaksud pornografi, namun postingan ini merupakan wawasan untuk anda mengetahui sejarah kehidupan Bali pada zaman dahulu kala.

Ini budaya Bali tempo dulu, satu Budaya Indonesia yang telah punah saat ini.

Berikut foto-foto kehidupan Bali tempo dulu:





Foto-fotonya kurang banyak yah? hehehe... Maaf, selebihnya, search di google yah...

Nah, ini salah satu videonya, silahkan di simak:


Namun, perlu di ketahui, bukan hanya di Bali saja yang memiliki budaya seperti ini, tetapi hampir di seluruh wilayah Indonesia orang-orang tempo dulu hanya mengenakan sehelai kain atau sesuatu hanya untuk menutupi kemaluannya. Bahkan masih ada saat ini di beberapa wilayah pedalaman pastinya yang tidak tersentuh dengan kemajuan tekhnologi dan kehidupan modern.

Sekian dulu yah... Have a nice day... :)

(Berbagai sumber)

Book Now