Jumat, 02 November 2012

Tanah Lot


Menyusuri jalan menuju ke pantai itu, pura itu, Anda disuguhi banyak pilihan disamping kiri dan kanan disisi jalan itu. Ya, toko-toko dengan beraneka macam barang yang dijualnya, kita bisa melihat, memilih, dan membeli barang yang kita mau pastinya

Hingga akhirnya kelihatan juga pantai itu, pura itu. Terus langkahkan kaki melewati tangga itu...kemudian lebih dekat, dan mendekat. Biarkan air laut itu menyentuh kaki kita....

Itulah Tanah Lot, salah satu objek wisata yang ada di Bali, yang terletak di Desa Beraben, Kabupaten Tabanan, Bali. Jaraknya sekitar 45 menit berkendara dari Kota Denpasar.

Saya sudah beberapa kali berkunjung kesana, untuk bersantai ataupun menikmati matahari terbenam dengan pemandangan yang tak mungkin ditemukan ditempat lain.


Walaupun berkunjung bukan di sore hari, tidak akan mengurangi rasa nikmat dan bahagia berada disana. Karena memang view yang disajikan benar-benar bisa menyejukkan mata dan tempat yang cocok untuk bersantai

Tanah Lot memang sudah tidak asing lagi ditelinga Anda, yang terkenal dengan sebuah Pura di atas batu besar yang dikelilingi Lautan, dan sangat tepat sebagai tempat pilihan anda untuk menikmati Matahari terbenam (Sunset). Sehingga di sore hari, Tanah Lot akan lebih ramai dibandingkan pagi atau siang hari.

Menurut sumber dari yang saya baca (wikipedia, Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.


Jika Anda berada di Bali, belum lengkap kalau tidak mengunjungi Tanah Lot. Anda bisa duduk di atas karang di pinggir pantai itu, menikmati percikan air laut dan berfoto dengan background yang menakjubkan.

Anda juga bisa duduk diatas rerumputan yang ada layaknya taman bersama orang terdekat anda, berteduh di bawah pepohonan sembari menikmati indahnya pemandangan laut, karang, Pura, dan lalu lalang - orang yang berkunjung...

Hey guys,, Tanah Lot menunggumu... :P

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...