Bedugul

Objek wisata Bedugul terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tanah Lot

Objek wisata Tanah Lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, Bali.

Garuda Wisnu Kencana

Objek wisata GWK terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Kintamani

Objek wisata Kintamani terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli, Bali.

Sangeh

Objek wisata Sangeh terletak di Desa Sangeh,Kecamatan Abiansemal,Kabupaten Badung, Bali.

Senin, 01 April 2013

Objek Wisata Bali: Pantai Pandawa Uluwatu

Roombucket lagi-lagi berbagi cerita nih tentang pantai yang ada di Bali, gak ada habis-habisnya memang kalo ngomongin objek wisata Bali apalagi pantainya, di Bali memang sarangnya ya... hehe


Bukan Bali namanya kalau tidak bisa “membuat” tempat baru untuk menarik kunjungan wisatawan.

Setelah mendengar terdapat pantai baru di kawasan Uluwatu, Bali, saya tidak sabar untuk mengunjunginya. Akhirnya kesampaian juga, sampai saat ini sudah dua kali saya berkunjung kesana. 



Takjub, kawasan wisata pantai yang sangat menakjubkan. Pantai yang berada di wilayah Desa Kutuh Kabupaten Badung, tepat di sisi selatan pusat pemerintahan Desa Kutuh.

Pantai PANDAWA namanya. Kenapa dinamakan Pantai Pandawa? karena pada sisi tebing yang terjal terdapat patung dari Panca Pandawa yakni lima tokoh pewayangan tersebut serta akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang tidak saja gemar berwisata di pantai akan tetapi bisa mengabadikan tokoh pewayangan ini (saat ini, patung-patung tersebut dalam proses pengerjaan).


Yang unik di pantai Pandawa ini, pemandangan di kawasan wisata Pantai Pandawa sangat mempesona.  Sejak memasuki kawasan wisata ini, mata kita akan dibuat terpana dan terbelalak oleh indahnya pemandangan tebing yang terjal dan tinggi di kanan-kiri jalan.

Kita kembali akan dibuat kagum saat memasuki area pantai Pandawa. Panorama begitu indah nan menawan dimana pasirnya putih bersih dengan air laut yang hijau kebiruan. Suasana pantainya sepi dan tenang. Pantai ini sangat cocok untuk mandi atau berenang karena lautnya yang tenang.





Dulunya pantai ini sering disebut dgn Secret Beach karena letaknya yang tersembunyi di kawasan balik bukit kapur, namun semenjak dibuka secara resmi oleh pemerintah setempat pada akhir Desember 2012 lalu dgn diadakan Festival, kini Pantai Pandawa mulai ramai dikunjungi wisatawan karena panorama alamnya yang eksotis. Bukan hanya wisatawan lokal, namun wisatawan mancanegara pula sudah banyak mengunjungi tempat ini.

Sebelum dikenal luas sebagai destinasi wisata, dulunya pantai ini hanya dijadikan sebagai tempat budidaya rumput laut oleh masyarakat sekitar sampai sekarang.

Letak pantai indah ini kira-kira 70 menit dari kota Denpasar, namun kepenatan akan terlepas sendirinya ketika anda menginjakkan kaki di kawasan Pantai Pandawa ini.

Jika anda berlibur ke Bali dan bosan dengan pantai Kuta, Sanur atau yang lainnya. Kini saatnya anda menikmati pemandangan yang berbeda, dengan berkunjung ke Pantai Pandawa.

Selamat berkunjung......

Sabtu, 23 Maret 2013

Hari Paskah: Telur Paskah dan Kelinci

Salam hangat dari roombucket...


Setiap hari Paskah datang, saya jadi teringat dengan masa kecil saya. Hari Paskah adalah hari yang menyenangkan, merayakan bersama keluarga dan saudara-saudara gereja. Di Hari Paskah, pastinya setiap Gereja akan merayakannya di suatu tempat.

Yang saya ingat, Paskah adalah telur. Satu waktu Hari Paskah dirayakan di Kebun Raya Bedugul, waktu yang lain mengambil tempat di salah satu pantai yang ada di Singaraja.

Pastinya bukan hanya mengucap syukur seperti kebaktian biasa di hari minggu, tetapi juga lomba mencari telur yang sudah disembunyikan sebelumnya. Telurnya juga sudah diwarnai ato dihias sedemikian rupa. Seru deh, itu yang paling saya suka..hahaha. Maklum masih kecil.



Cerita Paskah para sahabat roombucket pasti lebih seru kayaknya...

Paskah

Paskah adalah hari perayaan untuk memperingati kebangkitan Yesus dari kematian. Hari Paskah dirayakan hari minggu, yakni hari ketiga setelah hari kematian Yesus (jumat).

Simbol Paskah yang kita kenal ada 2, yakni Telur dan Kelinci.


Telur Paskah


Terus apa hubungannya Paskah sama telur?

Telur Paskah itu sendiri berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa dimana telur merupakan simbol musim semi. Di masa silam, di Persia, orang biasa saling menghadiahkan telur pada saat perayaan musim semi, yang bagi mereka juga menandakan dimulainya tahun yang baru.


Berikut juga beberapa alasan mengapa Paskah identik dengan telur:

1. Bagi umat Kristen, telur adalah simbol kebangkitan Yesus. Telur memang tidak hidup, tapi memiliki kehidupan yang akan menetas.

2. Selama puasa pra-Paskah, umat Kristen dilarang memakan telur. Di Amerika, mereka kerap merayakan Hari Pancake sebelum puasa pra-Paskah dimulai. Hari Pancake bertujuan menutup kebiasaan makan telur dalam keseharian mereka. Dan ketika Paskah tiba, telur kembali masuk dalam menu makanan.

3. Tidak jarang telur Paskah dicelupkan ke pelbagai warna. Tapi, secara tradisional, warna yang digunakan adalah merah sebagai perlambang darah Yesus yang tumpah karena dipaku di salib.

4. Cangkang telur yang keras melambangkan penyegelan makam Yesus. Setelah retak, umat Kristen melambangkannya sebagai kebangkitan Yesus dari kematian.

5. Paskah adalah kekalahan kematian dan dosa melalui kebangkitan Yesus. Karena itu, umat Kristen memperingati Paskah sebagai penanda dimulainya kehidupan baru mereka dengan menata telur warna-warni sebagai dekorasi rumah.

Hingga kini, Paskah memang identik dengan telur. Tidak hanya di dunia Barat, tapi juga di Indonesia. Dan Paskah memang tidak lengkap tanpa telur.

Kelinci Paskah
Bagaimana dengan kelinci?

Kelinci Paskah berasal dari tradisi kesuburan masyarakat sebelum masa Kristiani. Kelinci merupakan binatang yang paling subur menurut para leluhur, karenanya kelinci dipergunakan sebagai simbol kehidupan baru yang melimpah di masa musim semi. Kelinci Paskah tidak pernah mempunyai makna religius dalam perayaan Paskah, meskipun dagingnya yang putih, kadang-kadang, dikatakan melambangkan kemurnian dan tanpa cela. Gereja tidak pernah memberikan pemberkatan istimewa bagi kelinci.

Namun demikian, kelinci mendapat peran yang menyenangkan dalam perayaan Paskah sebagai tokoh legenda penghasil telur-telur Paskah bagi anak-anak di berbagai negara. Di berbagai daerah di Jerman, dipercaya bahwa kelinci Paskah meletakkan telur-telur merah pada hari Kamis Putih dan telur-telur berbagai macam warna pada malam sebelum Minggu Paskah. Kelinci-kelinci Paskah dalam bentuk kue-kue dan gula-gula mulai populer di Jerman selatan, dan sekarang kue dan gula-gula tersebut amat disukai anak-anak di berbagai macam negara.


---
Makna Paskah selalu aktual. Dalam konteks sekarang, makna Paskah bisa berarti kerelaan untuk berkorban, semisal membantu orang lain yang sedang dalam kesusahan. Atau kerelaan berkorban, untuk tidak melakukan korupsi, di tengah gaya hidup konsumtif seperti sekarang ini. Yesus Kristus bersedia berkorban untuk menebus dosa bagi siapa pun, bukan hanya bagi orang yang baik saja, tapi termasuk bagi mereka yang berperilaku kurang terpuji. Manusia biasa mungkin hanya bersedia melakukan pengorbanan bagi orang yang dianggap baik, kalau berkorban untuk orang jahat, adakah yang bersedia?

Waktunya istirahat dulu nih, cuma segitu saja yang roombucket bisa tulis... semoga bermanfaat :).

Selamat Paskah untuk semua sahabat roombucket dan seluruh umat Kristiani yang merayakannya...

Tuhan Memberkati!

(berbagai sumber)

Selasa, 19 Maret 2013

Hari Raya Agama Hindu: Galungan dan Kuningan

Apabila beberapa waktu yang lalu roombucket menulis tentang hari raya Nyepi, salah satu hari raya agama Hindu yang baru seminggu yang lalu dirayakan dan dilewati seluruh umat di Bali, kini roombucket menulis sedikit tentang hari raya lain yang akan dirayakan umat Hindu pada bulan Maret 2013 ini juga yakni Hari Raya Galungan dan Kuningan, tepatnya akan dirayakan tanggal 27 Maret 2013. Hari Raya Galungan dan Kuningan dirayakan umat Hindu di Bali enam bulan sekali atau dua kali dalam setahun.

Memang agak sulit untuk memastikan bagaimana asal-usul Hari Raya Galungan ini. Kapan sebenarnya Galungan dirayakan pertamakali di Indonesia, terutama di Jawa dan di daerah lain khususnya di Bali. Drs. I Gusti Agung Gede Putra (mantan Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Departemen Agama RI) memperkirakan, Galungan telah lama dirayakan umat Hindu di Indonesia sebelum hari raya itu populer dirayakan di Pulau Bali. Dugaan ini didasarkan pada lontar berbahasa Jawa Kuna yang bernama Kidung Panji Amalat Rasmi. Tetapi, kapan tepatnya Galungan itu dirayakan di luar Bali dan apakah namanya juga sama Galungan, masih belum terjawab dengan pasti.

Kata "Galungan" berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan dungulan, yang juga berarti menang. Jadi, Hari raya Galungan merupakan hari raya kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan).

Pada hari raya Galungan, ada tradisi untuk membuat Penjor yang merupakan simbol dari Gunung sekaligus simbol keberadaan para Dewa. Penjor biasanya dibuat sebelum hari raya Galungan dan dipasang pada hari menjelang Hari raya Galungan, umat Hindu di Bali memasang penjor di depan rumah masing-masing.


Nah, adapun makna dan rangkaian lengkap daripada Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan tersebut adalah sebagai berikut (sumber):

1. Hari Sabtu Kliwon Wariga yang disebut dengan Tumpek Pengarah atau Pengatag, tepatnya 25 hari sebelum Hari Raya Galungan dan persembahan ditujukan kepada dewa Sankara (nama lain Dewa Siva)sebagai penguasa tumbuh-tumbuhan dengan mempersembahkan sesajen pada pohon-pohon kayu yang menghasilkan buah, daun, dan bunga yang akan digunakan pada Hari Raya Galungan.

2. Sugihan Jawa atau Sugihan Jaba ; yaitu Sebuah kegiatan rohani dalam rangka menyucikan bhuana agung (makrokosmos) yang jatuh pada hari Kamis Wage Sungsang. Kata Sugihan berasal dari urat kata Sugi yang artinya membersihkan dan Jaba artinya luar, jadi Hari Sugihan Jawa tersebut bukanlah hari Sugihan bagi para pengungsi leluhur-leluhur dari jawa pasca bubarnya Majapahit. Maksud sebenarnya adalah pembersihan Bhuana Agung - sekala-niskala.

Dalam lontar Sundarigama dijelaskan: bahwa Sugihan Jawa merupakan "Pasucian dewa kalinggania pamrastista bhatara kabeh" (pesucian dewa, karena itu hari penyucian semua bhatara). Pelaksanaan upacara ini dengan membersihkan alam lingkungan, baik pura, tempat tinggal, dan peralatan upacara di masing-masing tempat suci. Dan yang terpenting adalah membersihkan badan phisik dari debu kotoran dunia Maya, agar layak dihuni oleh Sang Jiwa Suci sebagai Brahma Pura.

3. Sugihan Bali; Jatuh pada hari Jumat Kliwon wuku Sungsang (sehari setelah Sugihan Jawa). Bali dalam bahasa Sansekerta berarti kekuatan yang ada dalam diri. Jadi Sugihan Bali memiliki makna yaitu menyucikan diri sendiri, sesuai dengan lontar Sundarigama: "Kalinggania amrestista raga tawulan" (oleh karenanya menyucikan badan jasmani-rohani masing-masing /mikrocosmos) yaitu dengan memohon tirta pembersihan /penglukatan. Manusia tidak saja terdiri dari badan phisik tetapi juga badan rohani (Suksma Sarira dan Antahkarana Sarira). Persiapan phisik dan rohani adalah modal awal yang harus diperkuat sehingga sistem kekebalan tubuh ini menjadi maksimal untuk menghadapi musuh yang akan menggoda pertapaan kita.

4. Panyekeban – puasa I ; Jatuh pada hari Minggu Pahing Dungulan.Panyekeban artinya mengendalikan semua indrya dari pengaruh negatif, karena hari ini Sangkala Tiga Wisesa turun ke dunia untuk mengganggu dan menggoda kekokohan manusia dalam melaksanakan Hari Galungan. Dalam Lontar Sunarigama disebutkan : "Anyekung Jnana" artinya mendiamkan pikiran agar tidak dimasuki oleh Bhuta Galungan dan juga disebutkan "Nirmalakena" (orang yang pikirannya yang selalu suci) tidak akan dimasuki oleh Bhuta Galungan.

Melihat pesan Panyekeban ini mewajibkan umat Hindu untuk mulai melaksanakan Brata atau Upavasa sehingga pemenuhan akan kebutuhan semua Indriya tidak jatuh kedalam kubangan dosa; pikirkan yang baik dan benar, berbicara kebenaran, berprilaku bijak dan bajik, mendengar kebenaran, menikmati makanan yang sattvika, dan yang lain, agar tetap memiliki kekuatan untuk menghalau godaan Sang Mara. Jadi tidak hanya nyekeb pisang (biu) atau tape untuk bebantenan saja.

5. Penyajaan – puasa II ; jatuh pada hari Senin Pon Dungulan. Pada hari ini umat mengadakan Tapa Brata Yoga Samadhi dengan pemujaan kepada Ista Dewata. Penyajaan dalam lontar Sundarigama disebutkan : "Pangastawaning Sang Ngamong Yoga Samadhi" upacara ini dilaksanakan pada hari Senin Pon Dungulan. Dengan Wiweka dan Winaya, manusia Hindu diajak untuk dapat memilah kemudian memilih yang mana benar dan salah. Bukan semata-mata membuat kue untuk upacara.

6. Penampahan – puasa III ; jatuh pada hari Selasa Wage Dungulan tepat sehari sebelum hari Raya Galungan. Penampahan berasal dari kata tampah atau sembelih artinya ; bahwa pada hari ini manusia melakukan pertempuran melawan Adharma, atau hari untuk mengalahkan Bhuta Galungan dengan upacara pokok yakni Mabyakala yaitu memangkas dan mengeliminir sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri, bukan semata-mata membunuh hewan korban, karena musuh sebenarnya ada di dalam diri (Sad Ripu, Sad Atatayi, Sapta Timira, dll), dan bukan di luar diri kita termasuk sifat- sifat hewani tersebut.

Ini sesuai dengan lontar Sundarigama yaitu ; "Pamyakala kala malaradan". Inilah puncak dari Brata dan Upavasa umat Hindu, bertempur melawan semua bentuk Ahamkara - kegelapan yang bercokol dalam diri.

Hari Penampahan Galungan inilah yang pada dewasa ini paling kehilangan makna spiritualnya yang paling penting. Konsentrasi kebanyakan keluarga membuat makanan yang enak-enak. Padahal ada upakara penting di Madya Mandala untuk Memohon Tirta dari Luhuring Akasa dalam rangka me-nyomia Buta Kala di Bhana Agung dan Alit yang sering terlewatkan. Selama ini justru sebagain besar dari kita malah berpesta pora makan, lupa terhadap jati diri, menikmati makanan, mabuk. Sehingga bukan Nyomya Bhuta Kala- Nyupat Angga Sarira, malah kita akhirnya menjelma jadi Bhuta itu sendiri.

7. Galungan – lebar puasa ; Jatuh pada hari Rabu Kliwon wuku Dungulan, Hari ini merupakan hari kemenangan dharma terhadap adharma setelah berhasil mengatasi semua godaan selama perjalan hidup ini, dan merupakan titik balik agar manusia senantiasa mengendalikan diri dan berkarma sesuai dengan dharma dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan dalam usaha mencapai anandam atau jagadhita dan moksa serta shanti dalam hidup sebagai mahluk yang berwiweka.

8. Manis Galungan; Setelah merayakan kemenangan , manusia merasakan nikmatnya (manisnya) kemenangan dengan mengunjungi sanak saudara mesima krama dengan penuh keceriaan, berbagi suka cita, mengabarkan ajaran kebenaran betapa nikmatnya bisa meneguk kemenangan. Jadi pada hari ini umat Hindu wajib mewartakan-menyampaikan pesan dharma kepada semua manusia inilah misi umat Hindu Dharma. Cara menyampaikan ajaran kebenaran adalah dengan Satyam Vada yaitu mengatakan dengan kesungguhan dan kejujuran.

9. Pemaridan Guru; Jatuh pada hari Sabtu Pon Dungulan, maknanya pada hari ini dilambangkan dengan kembalinya Dewata-dewati, pitara-pitari, para leluhur ke tempat payogannya masing-masing dan meninggalkan anugrah berupa kadirgayusan yaitu ; hidup sehat umur panjang, dan hari ini umat menikmati waranugraha dari dewata. Di beberapa daerah dibali biasanya dilakukan dengan sarana banten "tegen-tegenan" yang berisi hasil bumi berupa padi, buah-buahan dan aneka rupa jajanan yang tujuannya diperuntukkan untuk memberikan bekal kepada para leluhur yang akan mantuk kembali ke sunya loka.

10. Pemacekan Agung; Jatuh pada hari Senen Kliwon wuku Kuningan. Tepat pada hari ini merupakan hari pertengahan dari rangkaian panjang hari raya Galungan. Hari ini tepat 30 hari dari sejak hari Tumpek Pengarah, dan 30 hari menjelang hari Pegat Uwakan (Buda Kliwon Pahang). Pada hari ini umat menancapkan dan meneguhkan tekadnya kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam menghadapi dan mengarungi kehidupan selanjutnya dengan senantiasa berjalan dalam koridor dharma. Pada hari ini dibeberapa wilayah dibali dilakukan persembahyangan dengan sarana raka ajengan tipat pesor sebagai rasa syukur dan sujud bakti kehadapanNya.

11. Sepuluh hari setelah Galungan disebut Kuningan. Pada Hari ini diyakini bahwa para dewata dan roh-roh leluhur akan turun ke marcapada/mayapada untuk menerima sembah bakti umat dan prati sentananya dengan segala cinta kasihnya, dan pada siang harinya para dewata dan roh suci leluhur kembali menuju kahyangan stana-nya masing-masing yang diyakini tempatnya di svargaloka (alam sorga). Kuningan merupakan hari kasih sayang, yang disimbulkan melalui berbagai pratika upakara seperti: tamiang, koleman, sulangi, tebo, dan endongan.

Rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan berkahir pada Hari rabu Kliwon wuku Pahang yang sering disebut hari raya Pegat Uwakan. Pada hari ini umat melakukan persembahyangan mengahturkan suksmaning manah lan idep kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas karunia dan wara nugrahanya bisa melaksanakan rangkaian perayaan hari Raya Galungan dengan sempurna.

Demikian makna Hari Raya Galungan sebagai hari pendakian spritual dalam mencapai kemenangan /wijaya dalam hidup dan kehidupan ini, ditinjau dari sudut pelaksanaan upacara dan makna filosofisnya.

Bagi sahabat Hindu roombucket yang merayakan: Rahajeng nyanggra Rahina Galungan lan Kuningan, Semoga kemenangan Dharma atas Adharma memberi inspirasi bagi kita semua untuk selalu hidup lebih baik, meningkatkan keimanan kepada Tuhan, menjaga lingkungan, dan berinteraksi dengan lebih manusiawi, saling menghargai dan saling menghormati antar sesama manusia.

(berbagai sumber)

Book Now