Jumat, 02 November 2012

Desa Penglipuran

Beberapa waktu yang lalu, saya berkunjung ke rumah seorang teman di Bangli dan sempat di ajak ke salah satu desa yang ada disana, Desa Penglipuran; desa tradisional yang terletak di Kubu, Kabupaten Bangli. Itu yang pertama kalinya buat saya. :P

Dari Kota Denpasar, kira-kira butuh waktu 60 menit berkendara sampai akhirnya tiba di Desa Penglipuran.

Salah satu objek Wisata di Bali yang patut Anda singgahi.

Udara yang sejuk membuat hidung saya beberapa kali menarik nafas dan menghembuskan perlahan, ingin menyelami nikmatnya udara yang disuguhkan.

Setelah memarkir motor, kemudian kaki kami melangkah memasuki Desa tersebut. hmmm... apa yang saya pikirkan waktu pertama kali menginjakkan kaki di sana?

Asli, rapi, bersih, tiada duanya. Apanya? Penataan rumah-rumah yang terdapat disana. Rumah-rumah yang saya lihat, yang ada di disamping kanan dan kiri saya saat itu...mengagumkan!

Rumah-rumah ditata sedemikian rapi, sehingga tampak mirip rumah satu dengan yang lainnya.

Itulah hal yang paling menarik yang saya lihat disitu, rumah-rumah penduduk yang masih tradisional yaitu tembok rumah masih terbuat dari tanah

Sekali lagi, begitu asli, tradisional dan sederhana. It's unique!


Di Desa Penglipuran

Beberapa penduduk penghuni rumah yang kebetulan keluar ato hendak memasuki rumahnya, begitu ramahnya menyapa kami bahkan mempersilahkan kami mampir ke rumahnya.. :)


Dari yang saya baca, suasana yang sejuk disana karena desa ini terletak pada lahan ketinggian sekitar 700 m di atas permukaan laut

Dan menurut sejarah yang berkembang secara turun temurun oleh para sesepuh tua, nama desa ini diambil dari kata Pengeling Pura yang artinya Ingat Kepada Leluhur, tapi ada juga yang mengatakan Penglipuran berarti Penghibur.

Kenapa Penghibur? Nah ceritanya pada jaman kerajaan dahulu, banyak raja-raja sering mengunjungi desa ini sebagai tempat untuk menghibur diri karena alamnya yang indah dan suasananya yang damai.

Memang seperti yang saya rasakan ketika berada disana, Tenang dan Damai...

Ketika hendak berjalan ke parkiran, seorang ibu duduk membawa botol plastik bekas minuman mineral yang isinya sudah di ganti, sekarang cairan itu berwarna hijau pekat.

Kata teman saya, itu namanya Loloh Cemcem, sejenis jamu. Teman saya membelikannya buat saya. Saya mencobanya karena penasaran, rasanya agak sepet, asem, manis, hmmm... tapi enak... Terdapat kelapa mudanya juga

Katanya, kandungan minuman tradisional itu yakni; Sari daripada daun cemcem, Gula, Garam dan cabai, serta tambahan Kelapa muda. :). Yang terasa sepet dan asem itu karena kandungan Daun Cemcem tersebut.

Sekali waktu ketika Anda berkunjung ke Bali, sempatkan waktu mampir ke Desa Penglipuran...:) dan sempatkan membeli sebotol Loloh Cemcem. :P

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...